Geotourism Festival 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lokal Samosir

Ribuan Wisatawan Padati Waterfront Pangururan, Festival Geopark Internasional Perkuat Promosi Danau Toba ke Dunia

Keterangan : Foto bersama.(Dok/Ist)

WB – Samosir | Pelaksanaan The 7th Geotourism Festival (Geofest) and International Conference 2026 di kawasan Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (2/7/2026), berlangsung meriah dan menjadi magnet bagi ribuan wisatawan. Event bertaraf internasional tersebut tidak hanya memperkuat promosi kawasan Danau Toba sebagai destinasi geowisata dunia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.

Festival yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir, serta pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional. Hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Yudha Pratiwi Setiawan, Anggota DPD RI Muhammad Nuh, General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark Azizul Kholis, Presiden Jaringan Geopark Indonesia Dedi Irfan Bahri, President Asia Pacific Geoparks Network Xiaochi Jin, perwakilan Konsulat Jenderal Singapura dan Tiongkok, unsur Forkopimda, serta tamu dari berbagai daerah.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah penyelenggaraan Geotourism Festival. Menurutnya, festival tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat promosi pariwisata berbasis geopark sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan kawasan Danau Toba secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, tingkat hunian hotel dan homestay meningkat, pelaku UMKM memperoleh manfaat ekonomi, dan aktivitas masyarakat ikut bergerak. Kami mengajak seluruh peserta menikmati keindahan Samosir sebagai Negeri Indah Kepingan Surga,” ujar Ariston.

Sebagai penanda pembukaan festival, Wakil Bupati bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara serta unsur Forkopimda melakukan pemukulan gondang, simbol dimulainya rangkaian kegiatan Geotourism Festival 2026.

Di sela kegiatan, Ariston juga meninjau stan UMKM dan mengingatkan seluruh pelaku usaha agar memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan dengan tetap menjaga kewajaran harga.

“Sambut seluruh tamu dengan pelayanan yang ramah. Jangan ada pihak yang menaikkan harga secara sepihak karena kenyamanan wisatawan menjadi tanggung jawab kita bersama,” pesannya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga datang dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang secara daring memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, dan Pemerintah Kabupaten Samosir atas sinergi dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis geopark yang berkelanjutan.

Selain menjadi ajang promosi destinasi, festival menghadirkan beragam atraksi seni dan budaya, mulai dari pertunjukan budaya khas Samosir, tari multi-etnis Sumatera Utara hingga penampilan grup musik Siantar Rap Foundation yang berhasil menghibur ribuan pengunjung.

Tingginya antusiasme wisatawan turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Stan kuliner, kerajinan tangan, dan produk ekonomi kreatif dipadati pengunjung sepanjang pelaksanaan festival. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berskala internasional tidak hanya memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi unggulan dunia, tetapi juga menjadi penggerak nyata pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan transaksi UMKM, sektor perhotelan, homestay, dan berbagai usaha masyarakat di Kabupaten Samosir.(VLS)