WB – Samosir | Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui pengembangan komoditas bawang putih di Kabupaten Samosir. Pada Rabu (10/6/2026), Bupati Vandiko Timotius Gultom bersama Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto meninjau langsung perkembangan tanaman bawang putih di Dusun II Desa Maduma, Kecamatan Simanindo. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas penanaman bawang putih yang telah dilakukan pada awal Mei lalu bersama kelompok tani penerima bantuan bibit dari Kementerian Pertanian RI.
Kapolda Sumut menegaskan bahwa pengembangan bawang putih menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang sejalan dengan visi pembangunan pemerintah pusat. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi ketergantungan impor pada sejumlah komoditas strategis, termasuk bawang putih. Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri. Ia optimistis lahan seluas satu hektare mampu menghasilkan sedikitnya 15 ton bawang putih apabila didukung ketersediaan pupuk dan pasokan air yang memadai.
Bupati Samosir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kepolisian Daerah Sumatera Utara terhadap sektor pertanian di daerahnya. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan Polri menjadi modal penting dalam mendorong keberhasilan program swasembada pangan. Selain pengembangan bawang putih, Pemkab Samosir juga tengah mendorong pembangunan infrastruktur pendukung seperti gudang pangan guna memperkuat rantai distribusi hasil pertanian.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir menyebut varietas Sangga Sembalun yang dikembangkan memiliki potensi produksi hingga 20 ton per hektare. Hingga saat ini, Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan 16 ton bibit bawang putih untuk pengembangan lahan seluas 20 hektare serta 10 unit traktor guna memperkuat produktivitas pertanian di kawasan tersebut.(VLS)












