WartaBerita.co.id – Medan |Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Utara menggelar sebuah Dialog Publik untuk memperingati Hari Pahlawan 2025 sekaligus mengupas kebijakan Presiden terkait penetapan 10 figur baru sebagai Pahlawan Nasional.
Forum ini menghadirkan perwakilan organisasi pemuda, akademisi, hingga tokoh masyarakat guna memberikan pandangan beragam atas keputusan tersebut.
Sekretaris PW GP Ansor Sumut, Edy Harahap, menegaskan bahwa dialog ini diselenggarakan untuk memberi ruang tukar pikiran secara terbuka di tengah reaksi publik yang beragam. “Ada pandangan pro dan kontra. Karena itu, kami menghadirkan para narasumber agar kebijakan ini dapat dibedah secara komprehensif,” ujarnya, pada Senin (17/11/2025).
Dari unsur GP Ansor, Abdul Kholik, M.Si., menilai bahwa dinamika pendapat merupakan proses sehat dalam demokrasi.
Ia mengajak masyarakat menyikapi kebijakan pemerintah secara objektif. “Perbedaan itu wajar. Yang penting, kita memahami kebijakannya dengan jernih,” katanya.
Apresiasi juga datang dari akademisi Dr. Rahman Tahir, M.I.P., yang menilai GP Ansor berhasil menghadirkan ruang dialektika di tengah semakin minimnya forum diskusi di kalangan pemuda.
Dirinya juga menyinggung salah satu tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan, yaitu Jenderal Soeharto, yang menurut sebagian masyarakat memiliki kontribusi penting dalam pembangunan, termasuk keberhasilan swasembada beras pada era 1980-an.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sumut Dr. Solahuddin Harahap, MA, mengingatkan bahwa penetapan pahlawan tidak semata terkait perjuangan melawan penjajah, tetapi juga dedikasi menjaga keutuhan bangsa pada masa setelah kemerdekaan. “Setiap pahlawan memiliki teladan yang penting bagi generasi kini,” ujarnya.
Pandangan kritis disampaikan tokoh pemuda milenial, Harma Sinaga,M.I.Kom yang menilai keputusan pemerintah perlu dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan kesan politis. “Beberapa tokoh masih memiliki catatan historis. Karena itu penetapan pahlawan harus benar-benar objektif,” tegasnya.
Dialog publik ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menilai secara lebih luas dan mendalam arah kebijakan negara dalam menetapkan figur-figur yang dianggap layak mendapat gelar Pahlawan Nasional. Dengan adanya forum seperti ini, GP Ansor Sumut menunjukkan komitmennya menjaga tradisi diskusi yang sehat dan inklusif, terutama dalam isu-isu yang sensitif dan sarat perdebatan publik.(DS)












