WB – Jakarta | Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026 tak hanya menjadi ajang pertemuan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah. Di tengah kegiatan perkemahan, peserta juga mendapat kesempatan mengenal praktik pertanian modern melalui program Kampung Pertanian Terpadu di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Kontingen Asahan menjadi salah satu peserta yang mengikuti kegiatan edukatif tersebut di Kompleks Kelapa, Kempa 1 MCK 58, Buperta Cibubur, Sabtu (15/8/2026).
Kampung Pertanian Terpadu dijadwalkan berlangsung dalam dua rangkaian, yakni Sabtu-Minggu, 15–16 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan Selasa-Kamis, 18–20 Agustus 2026. Sistem rotasi diterapkan agar peserta dapat mengunjungi berbagai zona pembelajaran secara terarah.
Dalam kegiatan tersebut, para Pramuka Penggalang diperkenalkan dengan berbagai konsep pertanian terpadu. Materinya mencakup perkebunan, pengolahan hasil pertanian, agrowisata hingga pemanfaatan lahan perkotaan untuk kegiatan pertanian.
Setidaknya terdapat empat zona utama yang menjadi tujuan kunjungan peserta. Keempatnya meliputi Zona Perkebunan dan Industri Pisang, Zona Agrowisata Kopi dan Kakao, Zona Urban Farming, serta Zona Agropastoral Jagung dan Ternak.
Peserta mengikuti kunjungan sesuai pembagian yang telah ditetapkan panitia. Di setiap zona, koordinator membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil sebelum mereka diarahkan mengunjungi sejumlah booth yang didampingi instruktur.
Pola pembelajaran tersebut membuat peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Mereka juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan instruktur untuk memperdalam pengetahuan mengenai sektor pertanian yang diperkenalkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi sebagai bagian dari rangkaian pengalaman peserta selama mengikuti Kampung Pertanian Terpadu.
Bagi peserta Jamnas, kegiatan ini memberikan perspektif baru bahwa sektor pertanian terus berkembang dan dapat dikombinasikan dengan teknologi, inovasi serta pemanfaatan sumber daya secara efisien.
Kampung Pertanian Terpadu juga menjadi wahana untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya kemandirian pangan, kepedulian terhadap lingkungan dan inovasi sejak usia muda.
Ketua Kontingen Jamnas Asahan, Ade Wahyu, mengatakan pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kepada para peserta untuk memahami pentingnya sektor pertanian dalam kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.
“Dengan mengikuti edukasi pertanian melalui program Kampung Pertanian Terpadu, adik-adik khususnya dari Asahan diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda penerus kepemimpinan negeri yang memiliki kepedulian terhadap swasembada pangan sekaligus menjadi kawah candradimuka dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ade.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama Jamnas diharapkan tidak berhenti setelah peserta kembali ke daerah masing-masing. Pengetahuan yang didapat dapat dibagikan kepada lingkungan sekitar dan menjadi inspirasi untuk mengenal sekaligus mengembangkan potensi pertanian di daerah.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, Kampung Pertanian Terpadu menjadi salah satu bagian penting dari Jamnas XII 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pendidikan karakter Pramuka dengan isu strategis seperti inovasi pertanian, ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Kontingen Asahan pun diharapkan mampu membawa pulang pengalaman tersebut sebagai bekal untuk membentuk generasi muda yang terampil, mandiri, inovatif dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. (AS)












