WB – Asahan |Warga Dusun VI, Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, mengeluhkan kondisi infrastruktur yang dinilai terabaikan selama puluhan tahun. Jalan utama Syech Ismail Abdul Wahab yang menjadi akses menuju balai desa disebut tak pernah tersentuh pembangunan, baik oleh pemerintah desa maupun kabupaten.
Bambang S (42), warga setempat, Rabu (11/2/2026), menuturkan bahwa sejak dirinya lahir hingga kini, kondisi jalan tersebut tak kunjung membaik. Aspal yang rusak, lubang menganga, serta genangan lumpur saat hujan membuat akses itu sulit dilalui, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor. “Kalau hujan turun, jalannya becek dan berlumpur. Kalau panas, debunya tebal,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital menuju balai desa. Namun, hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Warga bahkan menyebut belum pernah ada kunjungan langsung dari kepala daerah ke desa mereka meski sudah beberapa kali terjadi pergantian bupati.
Keluhan tak hanya soal infrastruktur. Sejumlah warga juga mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak merata. Seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya mengaku tak pernah menerima bantuan, meski kondisi ekonomi keluarganya tergolong pas-pasan. Ia menduga adanya ketidakadilan dalam pendistribusian bantuan sosial.
Selain itu, masyarakat Dusun VI juga mengaku membutuhkan fasilitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagai wilayah pesisir, akses terhadap sumber air layak konsumsi dinilai masih sangat terbatas.
Sorotan terhadap persoalan ini juga datang dari Ketua DPC LSM Pijar Keadilan Demokrasi Kabupaten Asahan, Budi Aula Negara SH. Ia meminta pemerintah desa dan kabupaten segera mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan infrastruktur dan transparansi penggunaan Dana Desa.
Budi juga menyoroti status kepemimpinan desa yang hingga kini masih dijabat pelaksana tugas (Plt) kepala desa yang dirangkap oleh Camat Tanjung Balai selama hampir tiga tahun. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut akuntabilitas dan keterbukaan pengelolaan anggaran desa.
Saat hendak dikonfirmasi, Plt Kepala Desa Bagan Asahan Rizaldi Situmorang SP tidak berada di kantor. Kasi Pemerintahan Desa, Meliyani, menyebut yang bersangkutan sedang berada di luar dan menyarankan konfirmasi dilakukan di kantor kecamatan karena ada kegiatan berlangsung.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan jalan rusak, distribusi bantuan sosial, serta kebutuhan air bersih tidak terus berlarut-larut.(Edi)












