BPBD Humbahas Sigap Tangani Longsor dan Ancaman Banjir

Penanganan cepat di Pakkat pulihkan akses jalan dan lindungi permukiman warga.

Keterangan : Foto bersama.(Diskominfo)

WB – Humbahas | Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait bencana longsor dan potensi banjir di Kecamatan Pakkat. Langkah tanggap ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelancaran aktivitas di wilayah terdampak.

Pada 4 Maret 2026, BPBD Humbahas langsung melakukan penanganan longsor di Dusun Pearajaran, Desa Parmonangan, setelah menerima laporan dari Kepala Desa Johar Gajah. Material longsor yang menutup badan jalan segera dibersihkan dengan menurunkan satu unit alat berat excavator. Selain itu, petugas juga membuat saluran air di sepanjang ruas jalan guna mencegah terjadinya genangan.

Jalan tersebut diketahui merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Parmonangan dengan Desa Siambaton Pahae. Oleh karena itu, penanganan cepat menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.

Tidak hanya itu, BPBD juga melakukan normalisasi Sungai di Desa Rura Aek Sopang selama dua hari, yakni pada 5 hingga 6 Maret 2026. Upaya ini dilakukan karena sungai kerap meluap saat hujan deras, sehingga mengakibatkan banjir di permukiman warga. Tercatat sedikitnya 12 kepala keluarga di Dusun I Aek Sopang selama ini terdampak kondisi tersebut.

Menanggapi permohonan Kepala Desa Rura Aek Sopang, Muchtar Naibaho, BPBD segera menurunkan tim ke lokasi. Dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Bernard M. Simamora, pengerukan dan penataan alur sungai dilakukan menggunakan alat berat agar aliran air kembali lancar serta mengurangi risiko luapan.

Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, yang menekankan pentingnya respons cepat perangkat daerah terhadap setiap kejadian bencana dan keluhan masyarakat.

Pemerintah desa bersama masyarakat menyampaikan apresiasi atas kesigapan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan tersebut. Mereka berharap upaya ini dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meminimalkan risiko bencana maupun meningkatkan kenyamanan warga.

Dengan penanganan longsor dan normalisasi sungai yang dilakukan, akses transportasi masyarakat kini kembali terbuka, sementara ancaman banjir di permukiman diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih aman dan lancar.(Bernad)