WB – Asahan | Kepedulian terhadap warga sakit ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, dengan bergerak cepat membantu seorang lansia bernama Atik (71), warga Lingkungan I Kelurahan Kisaran Barat, yang mengalami stroke sejak tahun 2018.
Respons cepat pihak kecamatan mendapat apresiasi dari warga setempat setelah Nek Atik, yang selama ini hidup sebatang kara dan dalam kondisi memprihatinkan, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang untuk mendapatkan penanganan medis.
Zainal, salah seorang tetangga korban, mengatakan selama ini Nek Atik hidup sendiri tanpa keluarga yang merawat. Kondisi fisiknya semakin melemah hingga tidak mampu berjalan maupun beraktivitas normal.
“Tidak ada yang menjaga Nek Atik. Untuk berjalan saja sudah tidak bisa. Buang air besar dan kecil pun di tempat tidur. Selama ini biaya makan sehari-hari dibantu warga sekitar,” ujar Zainal, Selasa (20/5/2026).
Ia menyebutkan warga sangat mengapresiasi gerak cepat Camat Kisaran Barat setelah menerima laporan mengenai kondisi Nek Atik.
Sementara itu, Camat Kisaran Barat, Rahmad Aris Munandar, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon mengaku langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi lansia tersebut.
“Kami segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Kalau memang ada keluhan dan belum mendapat tanggapan di tingkat kelurahan, masyarakat bisa langsung menyampaikan ke kecamatan,” ujar Aris.
Saat ini, Nek Atik telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit guna penanganan lebih lanjut atas penyakit stroke yang dideritanya.
Di sisi lain, Kepala Lingkungan I Kelurahan Kisaran Barat, Samsudin, mengaku sebelumnya sudah pernah melaporkan kondisi Nek Atik kepada pihak kelurahan, namun menurutnya belum ada tindak lanjut.
“Saya sudah pernah melaporkan ke kelurahan terkait kondisi Nek Atik, namun belum ada tanggapan,” ungkap Samsudin.
Warga berharap perhatian terhadap Nek Atik tidak berhenti pada penanganan medis semata, tetapi juga ada pendampingan sosial dan bantuan berkelanjutan mengingat kondisi korban yang hidup seorang diri tanpa keluarga.(Edi)












