Bupati JTP Hutabarat Buka Olimpiade Sains VII, 3.211 Pelajar Tapanuli Raya Berkompetisi

Ajang akademik jadi sarana mencetak generasi unggul dan berdaya saing di era teknologi.

Keterangan : Foto bersama.(Diskominfo)

WB – Taput | Bupati Tapanuli Utara (Bupati Taput) Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., secara resmi membuka kegiatan TOP Olimpiade Sains VII tingkat SD, SMP, dan SMA yang diselenggarakan Lembaga Bimbingan Belajar Quantum Learning Indonesia di Auditorium IAKN Tarutung, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini diikuti 3.211 peserta dari berbagai daerah di kawasan Tapanuli Raya sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kompetisi sains menjadi wadah penting untuk membentuk karakter pelajar yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi persaingan global. Ia menilai olimpiade sains tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun mental juara dan semangat belajar sejak dini.

Bupati turut mengapresiasi peran lembaga penyelenggara, para guru, dan tokoh pendidikan yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membimbing serta memotivasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi akademik dan keterampilan berpikir kritis.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Di era digital, akses pengetahuan dinilai semakin terbuka sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah di daerah dan kota besar. Kunci keberhasilan, menurutnya, terletak pada kemauan belajar dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif.

Bupati berharap kegiatan olimpiade sains dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai barometer kemampuan akademik pelajar. Ia berpesan agar peserta yang meraih prestasi mampu mempertahankan capaian, sementara yang belum berhasil menjadikan kompetisi ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

TOP Olimpiade Sains VII diikuti 394 peserta tingkat SD, 1.074 peserta tingkat SMP, dan 1.743 peserta tingkat SMA. Panitia juga menyediakan uang pembinaan bagi para pemenang, masing-masing Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu untuk juara kedua, dan Rp500 ribu untuk juara ketiga di setiap bidang lomba.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menilai kegiatan ini sebagai bagian dari sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.(Bernad)