Duka di Asahan, Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Kolam Warga

Tragedi memilukan terjadi di Desa Sei Beluru, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, saat dua anak kakak beradik tewas tenggelam di kolam warga saat bermain dan mencari sayur pada Jumat sore.

WartaBerita.co.id – Asahan |Suasana duka menyelimuti warga Dusun 7, Desa Sei Beluru, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, setelah dua bocah kakak beradik ditemukan tewas tenggelam di sebuah kolam milik warga pada Jumat sore sekitar pukul 14.30 WIB. Kedua korban diketahui bernama Seherin Ajurah Sakila (8) dan Defin Al Patih (6).

Kedua korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu dilaporkan tenggelam saat bermain bersama kakaknya Hafiza Ramadania (12) dan beberapa teman sebaya di sekitar area kolam yang merupakan bekas galian beko. “Dua kakak beradik itu tenggelam di kolam warga dan meninggal dunia,” ungkap Aiptu Sadar Manurung, Kaposiyan Meranti, saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).

Menurut penjelasan pihak kepolisian, peristiwa tragis itu bermula ketika para bocah pergi ke lokasi untuk mencari sayuran. Di tempat kejadian, kedua korban tanpa sepengetahuan kakaknya memutuskan untuk bermain air dan berenang di kolam tersebut. Namun karena tidak bisa berenang, keduanya kemudian tenggelam.

“Saksi melihat kedua adiknya melambaikan tangan ke atas tanda minta tolong, tetapi karena saksi tidak bisa berenang, ia langsung berlari ke jalan untuk meminta bantuan warga,” jelas Aiptu Manurung.

Mendapat laporan itu, warga sekitar segera bergegas menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, mereka masuk ke dalam kolam dan berusaha mencari kedua bocah tersebut. Setelah beberapa menit pencarian, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke tepi kolam dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Kedua anak malang itu kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Meranti, namun tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keduanya murni meninggal akibat tenggelam,” tegas Aiptu Manurung.

Jenazah kedua korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan di rumah duka. Warga sekitar tampak berduka atas kejadian ini, terlebih karena korban masih berusia sangat muda.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar area berbahaya seperti kolam, sungai, atau bekas galian yang terisi air. Aparat desa bersama pihak kepolisian setempat juga mengimbau warga untuk memasang tanda peringatan di lokasi-lokasi rawan kecelakaan serupa guna mencegah kejadian tragis di kemudian hari.(Edi)