WB – Jakarta | Pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, tak hanya menjadi ajang pertemuan besar anggota Gerakan Pramuka dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan tingginya jumlah peserta dan pengunjung untuk memasarkan produk mereka.
Berbagai kegiatan pendukung, termasuk temu bisnis seperti KUMITRA Jambore, membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran. Produk-produk lokal dari sejumlah daerah diperkenalkan langsung kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Tingginya mobilitas peserta dan pengunjung selama pelaksanaan Jamnas menjadi peluang tersendiri bagi para pedagang. Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari-hari biasa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala nasional dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha kecil.
Salah seorang penjual cenderamata asal Bandung mengaku merasakan langsung dampak positif dari ramainya pelaksanaan Jambore Nasional. Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang memberikan peluang besar untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada konsumen dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, omzet penjualan kami melonjak drastis dan produk lokal makin dikenal luas berkat ramainya pengunjung di acara Jambore Nasional. Acara besar ini benar-benar membawa berkah serta menjadi peluang emas bagi usaha kecil kami untuk terus tumbuh,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ilham, seorang penjual pakaian yang turut memanfaatkan momentum kegiatan tersebut. Ia menyebut jumlah produk yang berhasil terjual mengalami peningkatan signifikan karena tingginya antusiasme peserta dan pengunjung.
“Jumlah produk yang terjual meningkat berlipat-lipat dibandingkan hari biasa karena antusiasme peserta yang luar biasa,” kata Ilham.
Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti Jambore Nasional memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menguji pasar, memperkenalkan produk, hingga membangun jaringan baru. Pertemuan langsung antara pelaku usaha dan konsumen juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan terhadap produk lokal.
Selain transaksi langsung, kegiatan temu bisnis yang digelar dalam rangkaian acara juga berpotensi mempertemukan UMKM dengan pasar yang lebih luas, termasuk jaringan ritel dan rantai pasok. Dengan terbukanya akses tersebut, pelaku usaha memiliki peluang untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.
Ilham berharap kegiatan serupa maupun bazar pendukung dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan ruang promosi seperti ini menjadi dorongan penting bagi UMKM untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
“Kami berharap kegiatan seperti ini atau bazar pendukung bisa lebih sering dilaksanakan secara berkelanjutan. Ini memberi semangat baru bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk,” ujarnya.
Kehadiran UMKM dalam perhelatan Jamnas XII 2026 memperlihatkan bahwa sebuah kegiatan nasional tidak hanya memiliki nilai sosial dan pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ramainya transaksi selama kegiatan berlangsung menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar, memperkuat promosi, dan membawa produk daerah dikenal lebih luas di tingkat nasional.(Edi)












