Remaja 13 Tahun Hanyut di Sungai Silau, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Korban terseret arus saat mandi bersama teman di bawah rel kereta api kawasan Kisaran Timur, Asahan.

WB – Asahan |Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam dan hanyut terbawa arus Sungai Silau, tepatnya di bawah rel kereta api Lingkungan IV, Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama Muhamad Rizki Aslam (13), yang saat kejadian sedang mandi dan bermain air bersama dua orang temannya di aliran Sungai Silau. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Asahan, Fahri, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya terlihat berenang seperti biasa sebelum akhirnya terseret arus sungai yang cukup deras. Teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban.

“Korban mandi-mandi dan bermain di sungai bersama dua rekannya. Tiba-tiba korban terlihat hanyut dan hilang terbawa arus. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke BPBD Asahan untuk dilakukan pencarian,” ujar Fahri, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, kondisi arus sungai yang cukup kuat menjadi kendala utama saat proses penyelamatan berlangsung. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Silau serta melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Operasi pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan memperluas area penyisiran di sepanjang bantaran sungai.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada musim dengan debit air yang meningkat. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan bersama unsur relawan dan masyarakat setempat.(Edi)