106 Titik Longsor di Pakpak Bharat, Dua Orang Meninggal

Jalur Transportasi Terputus, Tim Gabungan Evakuasi Korban dan Lakukan Penanganan Darurat.

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat| Cuaca ekstrim hujan turun beberapa hari terakhir menyebabkan Kabupaten Pakpak Bharat mengalami tanah longsor di sejumlah lokasi. Kurang lebih 106 titik longsoran terjadi di beberapa ruas jalan hingga menutupi permukaan kontruksi transportasi darat tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang MT, pada Rabu (26/11/2025), menyebutkan bahwa ruas jalan negara yang menghubungkan Dairi-Pakpak Bharat-Kota Subulussalam (NAD) tak luput dari kerusakan akibat bencana itu. Transportasi darat di Pakpak Bharat tersebut sempat mengalami kelumpuhan total.

Kini pihaknya tengah berada di lapangan. Upaya normalisasi terus dilakukan. Masyarakat dan pengguna jalan diharap bersabar. Titik lokasi yang berjauhan dan keterbatasan alat berat yang dimiliki menyebabkan penanganan agak terlambat.

Untuk penanangan di sepanjang lintasan Pakpak Bharat-Kota Subulussalam, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi vertikal. Hingga Rabu (26/11/2025) pukul 20.00 WIB alat berat yang mereka kirimkan tengah bekerja dekat dengan Hotel Nantampuk Mas.

Menurut Augusman, longsor yang terjadi di ruas jalan penghubung tiga kabupaten bertetangga tersebut menyebabkan permukaan badan jalan tertutup material tanah.

Diperkirakan, longsoran susulan dikhawatirkan masih akan terjadi, menyusul guyuran hujan yang masih turun terus menerus.

Meninggal Dunia

Dikabarkan, akibat kejadian tersebut, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan. Pergerakan tanah turut memicu pergeseran hunian hingga berpindah beberapa meter.

Seperti halnya di seputaran Bulu Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali (STTU) Jehe, tempat tinggal pasangan suami istri (pasutri) tidak luput dari terjangan dan disapu material longsoran yang berasal dari salah satu tebing di sisi badan jalan.

Peristiwa tersebut mengakibatkan pasutri, Codong Berutu (65) dan istrinya Siti Rohani (40) meninggal dunia ditempat. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 00.05 WIB, saat korban masih tertidur di dalam kamar.

Sementara dari lokasi lain dikabarkan, pihak pemerintah setempat mengunjugi sejumlah lokasi yang terkena dampak bencana.

Sekda Pakpak Bharat, Jalan Berutu MM beserta sejumlah pimpinan instansi dan camat turut turun ke lapangan dan memberikan dorongan demi percepatan pekerjaan normalisasi.

Beberapa alat berat, termasuk milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan spesialisasi khusus ikut berpartisipasi untuk mempercepat upaya normalisasi.

Sejauh ini, beberapa ruas sarana transportasi sudah bisa dilalui dengan sistim buka tutup. (Giahta Solin)