
WartaBerita.co.id – Jakarta | Untuk tahun anggaran (TA) 2024 ini, wilayah Kabupaten Pakpak Bharat akan memperoleh prioritas seluas 300 hektar program peremajaan sawit rakyat (PSR), sebagai lanjutan program sejenis yang telah pernah dilakukan beberapa tahun lalu di Kecamatan Pagindar.
Kepastian itu diperoleh, pasca pertemuan antara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Adei Johan Banurea MM dengan Ketua Sekretariat Tim Peremajaan Sawit Rakyat pada Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI kemarin di Jakarta.
Penandatanganan nota kesepakatan telah diteken antara kedua belah pihak di Pullman Jakarta Central Parka, Jakarta.
Adei Johan menjelaskan, kuota tambahan seluas 300 hektar tersebut akan diarahkan dan dialokasikan di Kecamatan Pagindar dan Sitellu Tali Urang (STTU) Jehe.
Kebun rakyat (petani pekebun) yang memiliki sawit yang dinilai sudah tua dan tidak lagi produktif akan dirotasi dengan bibit tanaman sawit baru melalui program kerja sama PSR tersebut.
Sebelum dilakukan penanaman di lapangan, terlebih dulu harus dilakukan verivikasi data untuk memilih petani yang berhak memperoleh peremajaan.
Sementara itu, Ketua Sekretariat Tim PSR, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Rudianto Saragih MH mengaku cukup senang bisa membantu masyarakat pekebun sawit di Kabupaten Pakpak Bharat.
“Mudah-mudahan upaya ini bisa membantu para petani sawit di sana,” ujarnya.
Seperti diketahui, PSR merupakan salah satu program prioritas Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bersama Wabup, Dr Mutsyuhito Solin MPd untuk pengembangan komoditi sawit di daerah itu. Tercatat, untuk tahun 2022 lalu, ratusan hektar lahan sawit telah sukses diremajakan. (Giahta Solin)












