
WartaBerita.co.id – Medan | Mental oknum pegawai di jajaran PLN UP3 Bukit Barisan dalam menegakkan Peraturan Direksi (Perdir) PLN Pasal 1 Angka 6 Nomor : 088-Z.P/DIR/2016 tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) terkait penggunaan ketenagalistrikan secara legal, sepertinya patut dipertanyakan.
Jika selama ini sikap petugas P2TL di unit pelaksana tersebut dikenal tegas terhadap pelanggan yang melakukan pencurian arus listrik atau penunggak, namun mereka kali ini justru tak berdaya menghadapi aksi pencurian listrik di balik bisnis tambang Bitcoin di kawasan Jalan Bunga Lau, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Karena berdasarkan kabar yang beredar, meski kasus tersebut sempat viral di media sosial, pihak PLN di bawah kepemimpinan Ramses Hutajulu, termasuk ULP Pancurbatu selaku pemilik wilayah, justru melempem.
Indikasi tebang pilih alias PLN hanya tajam ke masyarakat dan tak bernyali jika ada pelanggan yang memiliki bekingan pun muncul. Karena hingga kini aksi pencurian itu masih berlangsung dan terkesan dibiarkan.
Parahnya lagi, kerugian negara yang mencapai Rp200 juta lebih, hingga saat ini tak kunjung ditagih kepada pelanggan pengelola usaha tambang bitcoin yang menggunakan listrik 3 phase.
Terkait hal tersebut, Bicaraindonesia sempat mengkonfirmasi hal tersebut ke Asisten Manager Tenaga Energi Listrik (TEL) PLN UP3 Bukit Barisan, Syauri Erfansyah, Ia membenarkan bahwa memang sudah ada dilakukan pemeriksaan.
“Yaa..kmarin kmi lakukan pemeriksaan P2TL, kebetulan salah satu pemeriksaan nya di lokasi tersebut. Secara umum P2TL seperti biasa sih bang. Saat pemeriksaan kita datang, terus di samperin sama pihak pengguna persil, dialog nya yang seperti di video itu lah bang,” terangnya via whatsapp, Sabtu (18/11/2023).
Namun Syauri seperti ragu menjawab secara gamblang terkait pemutusan listrik di lokasi, menyusul beredar kabar bahwa saat razia P2TL mereka tak berhasil membawa barang bukti apapun.
“Saat pemeriksaan udah di putus bang. Kalo aku yaah, lakukan yang emang seperti P2TL biasa aja lah bang. Udah bang, di putus saat pemeriksaan itu. Mungkin karena itu juga lah yaa, dialognya jadi seperti itu,” kilahnya.
Namun saat disampaikan bahwa saat ini dugaan pencurian listrik masih berlangsung di lokasi karena saat itu pemutusan ‘ecek-ecek’ justru hanya dilakukan pemilik usaha, Syauri berjanji akan mengeceknya kembali. “Kami coba revisit kembali lah bang,” ujarnya.
Menyinggung tentang kerugian negara mencapai ratusan juta yang hingga kini belum dibayar pelanggan tersebut, mantan Manajer ULP Tanjungmorawa itu tak bisa menjawabnya secara pasti.
“Terkait itu, merekanya mau datang ke kantor Pancur katanya bang. Coba aku konfirmasi ke kawan-kawan di pancur ya bang,” tutupnya.
Sementara Manager PLN UP3 Bukit Barisan Ramses Hutajulu terkesan sepele terkait kasus ini.
“Informasi tim sudah melakukan pemutusan,” jawabnya seraya mengaku aku menindaklanjuti info soal listrik yang masih terpasang di lokasi tambang bitcoin. (Red)












