
WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | Waktu lawatannya ke Kabupaten Dairi Februari 2022 lalu, banyak orang Pakpak Bharat berharap, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Pakpak Bharat.
Pasalnya, persoalan jarak tempuh yang berkisar 36 kilo meter dan memakan waktu tidak sampai satu jam dari daerah tetangga tersebut dijadikan alasan penguat asa masyarakat Pakpak Bharat, kiranya Jokowi berkenan menginjakkan kaki di Tanah Simsim.
Namun kala itu, fakta berbicara lain. Tiba-tiba ada agenda Presiden mendadak dengan urusan lain. Harapan masyarakat Pakpak Bharat untuk bersua dan bertahap muka langsung dengan RI 1 itu pun pupus.
Wacana untuk menghadirkan Jokowi ke Tanah Simsim kembali disuarakan pihak otorita setempat, ketika kehadiran bantuan sembako 1000 paket dari Presiden RI ke wilayah Pakpak Bharat kemarin.
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) sempat menyinggung bakal kehadiran Jokowi tersebut. Skenario, terkait peresmian penggunaan jalan Aornakan – Pagindar diharapkan kesediaan dan kehadiran Presiden RI yang ketujuh itu.
“Mudah-mudahan Bapak Presiden bisa hadir langsung di Kabupaten Pakpak Bharat, sekaligus meresmikan penggunaan jalan Aornakan – Pagindar yang telah dikerjakan,” sebut FBT ketika membagikan paket bantuan sembako dari Presiden RI bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di Aula Bale Sada Arih kemarin di Sindeka, Salak.
Menanggapi hal ini, Staf Fungsi Dana Operasional dan Bantuan Presiden, Kantor Sekretariat Presiden, Ronal Sinamo menjelaskan, saat ini tim Kantor Sekretariat Kepresidenan tengah melakukan inventarisasi daerah dan kabupaten yang belum dikunjungi oleh presiden, untuk selanjutnya akan dimasukkan dalam agenda kunjungan berikutnya.
Sementara itu, seribu paket bantuan sembako (PPKS) dimaksud dibagikan kepada para penerima layanan yang terdiri dari warga lansia, penyandang disabilitas, anak terlantar dan anak dalam kedisabilitasan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bale Sada Arih, Kompleks Kantor Bupati Pakpak Bharat, Sindeka itu dihadiri Staf fungsi dana Operasional dan bantuan Presiden, Kantor Sekretariat Presiden RI, Ronal Sinamo. (Giahta Solin)












