dr Ebtanas, Dari Timur Indonesia Pulang ke Pakpak Bharat

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat| Sempat beberapa tahun melanglang buana hingga pelosok bagian timur Indonesia, tepatnya di Nusa Tenggara Timur, ia akhirnya memutuskan untuk pulang kampung halaman.

Semasa keberadaannya jauh dari kampung halamannya, ia bahkan pernah ditawarkan sejumlah kemudahan baginya. Disamping fasilitas penunjang pendukung profesi yang dia geluti, gaji lumayan tinggi pernah diajukan pihak terkait, asalkan ia mau menetap di wilayah timur Indonesia kala itu.

Ya. Dia adalah seorang tenaga medis dr Ebtanas Morina Padang. Seorang wanita muda profesional dengan penampilan yang sederhana. Cerita dari beberapa warga seputaran Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, berkat tangan dinginnya, orang-orang begitu mempercayainya untuk diobati atau menerima saran medis demi penyembuhan. Mereka merasa nyaman kala dokter muda ini melakukan penanganan.

Segala kemudahan yang pernah diajukan kepadanya semasa di Nusa Tenggara Timur itu, tidak serta merta ia membuat keputusan. Putri tunggal dari seorang pensiunan bidan dan hingga saat ini masih aktif melayani masyarakat, dr Ebtanas memilih melakoni desikasinya di Tanah kelahirannya, Kabupaten Pakpak Bharat.

Pesan sang bunda yang melahirkannya, untuk mengabdikan diri di tanah kelahiran, merupakan motivasi memori waktu, dijadikan untuk membuat keputusan balik ke kampung halaman.

“Di Kabupaten Pakpak Bharat ini juga bertemu dengan jodoh saya, bang Bancin, yang kini jadi pendamping hidup saya,” ujar dr Ebta, begitu sering disapa, setengah bercanda.

dr Ebtanas Morina Padang berprinsip, dalam menjalankan Pengabdian dan dedikasi profesi yang tengah dijalani, pekerjaan harus dijalani dengan ketulusan hati. Apapun latar belakangnya dan dari mana asalnya, mereka berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Kini, dokter dengan berusia 39 tahun ini dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengemban tugas sebagai Plt Kepala UPT Puskesmas Salak yang telah bertugas sejak 2023 lalu di sana.

Perempuan cantik kelahiran Singgabur, Kecamatan STTU Julu dan kini telah dikaruniai tiga anak dengan suaminya Kurnia Bancin ini memaparkan program UPT yang dipimpinnya dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, memberantas penyakit menular dan mengedukasi warga sekitar, terkait pola hidup bersih dan sehat.

Untuk memutuskan langkah dan upaya tersebut, pihaknya senantiasa turun ke lapangan dan melakukan edukasi, termasuk melakukan kunjungan ke sekolah dan dan fasilitas umum lain.

Di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, tim dari UPT Puskesmas Salak juga membagikan racun cacing, penyuluhan asupan gizi dan pemeriksaan terhadap ibu hamil serta penyuluhan KB. (Giahta Solin)