WB – Samosir | Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (28/1). Forum tersebut menjadi wadah penyusunan arah pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan program pemerintah sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhockel Martopolo Tamba, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, unsur TNI-Polri, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Samosir.
Dalam arahannya, Ariston menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Samosir harus dilakukan secara merata dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan karakteristik geografis setiap wilayah. Menurutnya, kondisi wilayah yang berbeda, termasuk kawasan pertanian berbukit, membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak bisa disamaratakan.
“Pemerataan pembangunan harus dilakukan di seluruh wilayah dan bersifat berkelanjutan. Setiap daerah memiliki kondisi geografis yang berbeda sehingga perencanaan pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Ariston.
Ia menekankan pentingnya menampung seluruh aspirasi masyarakat mulai dari tingkat desa hingga kabupaten agar program pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga. Selain itu, Ariston meminta seluruh perangkat daerah tetap mampu menghadirkan hasil maksimal meski di tengah keterbatasan anggaran.
Dalam upaya mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM), Ariston menilai peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ia meminta seluruh sektor strategis seperti pertanian, UMKM, dan pariwisata terus dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing wilayah.
“Kita harus membangun kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder agar pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhockel Martopolo Tamba menekankan pentingnya penyusunan RKPD yang benar-benar menyerap aspirasi masyarakat melalui Musrenbang dan reses DPRD. Menurutnya, tantangan efisiensi anggaran pada 2025 serta pengurangan bantuan keuangan pusat pada 2026 menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam menetapkan kebijakan pembangunan.
“Masyarakat harus tetap merasakan kehadiran pemerintah meskipun anggaran terbatas. Karena itu pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan harus tetap menjadi perhatian,” tegas Sarhockel.
Dukungan terhadap perencanaan pembangunan yang matang juga disampaikan unsur TNI dan Polri agar program pembangunan daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjaga stabilitas sosial di tengah proses pembangunan.
Di sisi lain, Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata menjelaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Samosir tahun 2027 akan difokuskan pada empat prioritas utama, yakni peningkatan kualitas SDM, akselerasi pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi sumber daya alam, peningkatan layanan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan optimalisasi pendapatan daerah.
Melalui forum konsultasi publik ini, Pemkab Samosir berharap penyusunan RKPD 2027 dapat menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.(VLS)












