WB – Samosir | Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk resmi dipercaya memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Samosir periode 2026–2031. Ia dilantik bersama 32 ketua DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).
Pelantikan dipimpin Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI Mulyono Makmur dan ditandai dengan penyerahan pataka kepada para ketua DPC terpilih. Penyerahan tersebut menjadi simbol tanggung jawab dan komitmen pengurus untuk memperkuat organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan petani di masing-masing daerah.
Untuk DPC HKTI Kabupaten Samosir periode 2026–2031, Ariston didampingi Bresma Simbolon sebagai Wakil Ketua, Nanci Lusiana Marbun sebagai Sekretaris, Marulitua Simbolon sebagai Wakil Sekretaris, Jarotta Lumban Gaol sebagai Bendahara, serta Toni Gultom sebagai Wakil Bendahara.
Sementara Dewan Pembina diisi Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Dewan Penasehat Marudut Tua Sitinjak, Dewan Pengarah Hotraja Sitanggang, Dewan Pakar Tumiur Gultom dan Dewan Kehormatan Renaldi Naibaho.
Pada Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Sumut periode 2026–2031. Sebanyak 32 DPC HKTI kabupaten/kota juga dikukuhkan untuk menjalankan kepengurusan pada periode yang sama.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru DPD dan DPC HKTI se-Sumatera Utara. Menurutnya, pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang menopang perekonomian daerah sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.
Surya menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak semata-mata dilihat dari peningkatan produksi, tetapi juga harus tercermin melalui peningkatan kesejahteraan petani. Keberagaman komoditas pertanian dan perkebunan di Sumatera Utara dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Sejumlah komoditas seperti padi dan jagung disebut menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemerintah masih perlu memperkuat sejumlah komoditas lain, termasuk bawang merah dan bawang putih yang sebagian kebutuhan daerah masih dipenuhi dari luar Sumatera Utara.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kita tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan hasil pertanian memiliki pasar,” ujar Surya.
Ia berharap HKTI dapat menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan jejaring petani, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menyalurkan aspirasi petani kepada pemerintah dan pemangku kepentingan. Organisasi tersebut juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan.
“Kami akan terus mendorong organisasi untuk berperan dalam memajukan pertanian melalui teknologi dan peningkatan inovasi hingga tingkat desa. Musda ini hendaknya menjadi titik awal lahirnya gagasan-gagasan besar dengan program yang terukur dan menyentuh persoalan masyarakat. Desa adalah jantung pertanian. Ketika pertanian kuat, desa akan berkembang dan Sumatera Utara akan semakin kuat,” katanya.
Usai pelantikan, Ariston Tua Sidauruk menyatakan siap menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat peran HKTI dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Samosir. Ia menilai HKTI memiliki posisi strategis sebagai wadah perjuangan kepentingan petani.
“HKTI merupakan wadah yang sangat strategis untuk memperjuangkan kepentingan petani. Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, kita akan berupaya menjadikan HKTI sebagai mitra pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Kabupaten Samosir dan Indonesia,” ujar Ariston.
Ia menambahkan, pengurus HKTI Samosir akan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, akademisi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kita siap mengambil peran dalam berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pertanian. Kita ingin HKTI hadir sampai ke tengah-tengah petani, mendengar kebutuhan mereka dan bersama-sama mencari solusi. Semangatnya adalah membangun kebersamaan, memperkuat organisasi dan menggerakkan HKTI untuk kemajuan petani,” katanya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, DPC HKTI Kabupaten Samosir diharapkan semakin aktif menjadi wadah pemberdayaan dan perjuangan petani. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir juga diharapkan mampu mendorong sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, berkelanjutan dan memiliki daya saing.((VLS)












