WB – Tanjungbalai|Gelombang kepulangan Pekerja Migran Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 mulai memadati Pelabuhan Ferry Internasional Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Rabu (18/3/2026).
Dalam sepekan terakhir, ratusan warga yang bekerja di luar negeri, khususnya dari Malaysia, berdatangan melalui jalur laut untuk merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Tercatat sebanyak 343 penumpang tiba dari Port Dickson, Malaysia, dengan mayoritas merupakan pekerja migran yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Pelabuhan Teluk Nibung menjadi salah satu pintu utama arus masuk PMI yang memilih jalur laut sebagai alternatif transportasi pulang ke tanah air.
Namun, lonjakan penumpang tersebut tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas pelabuhan. Bangunan yang relatif baru dan menelan anggaran puluhan miliar rupiah justru dinilai belum mampu menampung jumlah kedatangan yang meningkat signifikan.
Akibatnya, para penumpang harus mengantre di luar gedung dalam kondisi cuaca panas hanya untuk menjalani proses pemeriksaan dokumen keimigrasian.
Kondisi serupa juga terjadi pada proses pemeriksaan barang oleh petugas bea cukai. Area yang terbatas membuat alur pemeriksaan menjadi tidak tertata dengan baik, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang baru tiba setelah perjalanan laut.
Salah seorang petugas imigrasi, Paian Silitonga menyebutkan bahwa arus kedatangan diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan puncak lonjakan diprediksi terjadi mendekati hari raya.
Sementara itu, keterbatasan armada kapal yang hanya beroperasi satu unit untuk rute Teluk Nibung–Port Dickson turut memengaruhi kepadatan arus penumpang.
Situasi ini memunculkan harapan agar pengelola pelabuhan segera melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas, mengingat peran strategis pelabuhan tersebut sebagai gerbang internasional bagi para pekerja migran yang selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian negara.(Edi)












