WB – Samosir | Hamparan sawah menguning di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, tampak lebih hidup saat suara mesin combine harvester menggema di tengah aktivitas panen padi, Rabu (6/5/2026). Kehadiran alat modern tersebut menjadi simbol transformasi pertanian yang kini mulai dirasakan langsung oleh para petani.
Di tengah proses panen, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung ke sawah bersama masyarakat. Tidak sekadar meninjau, Vandiko juga ikut mengoperasikan combine harvester sebagai bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi sektor pertanian di daerahnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon.
Combine harvester yang digunakan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui program Taksi Alsintan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Samosir pada tahun sebelumnya. Alat ini mampu menggabungkan proses pemotongan, perontokan, hingga pembersihan gabah dalam satu pekerjaan, sehingga panen menjadi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
“Hari ini kita panen bersama petani sekaligus memastikan bantuan Kementan berupa combine harvester benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Kita ingin petani semakin terbantu,” ujar Vandiko di sela kegiatan.
Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Samosir sehingga modernisasi alat pertanian harus terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Di bawah terik matahari, Vandiko tampak antusias ikut memanen padi bersama warga. Ia menilai penggunaan alat modern sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghemat waktu dan biaya panen.
“Saya senang melihat masyarakat bisa panen dengan cepat dan mudah. Alat ini benar-benar membantu petani,” katanya.
Vandiko juga menegaskan bahwa combine harvester tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok penerima bantuan, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat luas melalui konsep Taksi Alsintan dengan sistem sewa yang terjangkau.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menjelaskan bahwa hasil penyewaan alat akan digunakan untuk operasional, perawatan, dan perbaikan mesin agar keberlanjutan program tetap terjaga.
“Taksi Alsintan ini bertujuan mendorong petani lebih mandiri dan produktif. Setelah selesai digunakan di wilayah sendiri, alat dapat disewakan untuk menambah pendapatan kelompok,” jelasnya.
Ia menyebutkan, penggunaan combine harvester mampu mempercepat masa panen dan meningkatkan indeks tanam. Dengan dukungan alat modern, petani ditargetkan mampu mencapai hingga lima kali panen dalam dua tahun. Saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki empat unit combine harvester, satu di antaranya difungsikan sebagai Taksi Alsintan.
Salah seorang petani, Baktiar Sinaga, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran alat tersebut. Menurutnya, biaya panen kini jauh lebih ringan dibandingkan metode manual.
“Kalau panen manual untuk dua rante bisa membutuhkan tujuh pekerja dengan biaya sekitar Rp800 ribu. Sekarang cukup sekitar Rp200 ribu dan prosesnya lebih cepat,” ujarnya.
Langkah Pemerintah Kabupaten Samosir menghadirkan bantuan alat pertanian modern dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi masyarakat.(VLS)












