WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat |Program revitalisasi SMAN 1 Situ Julu yang dibiayai melalui dana APBN dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menuai sorotan. Dugaan penyimpangan penggunaan anggaran mencuat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan.
Pantauan awak media menunjukkan material bangunan yang dipakai tidak sesuai standar. Bongkaran kayu digunakan sebagai bekisting dan peranca, sementara pasir yang dipakai bercampur tanah. Lebih jauh, pembelian pasir tersebut dilaporkan tidak jelas asal-usulnya, meski Surat Pertanggungjawaban (SPJ) menggunakan nama panglong milik CV. KP. Pemilik panglong bahkan mengaku tidak semua material dibeli dari usahanya.

Keanehan lain muncul pada plank proyek. Plank yang pertama kali dipasang menampilkan anggaran sangat minim, sehingga menimbulkan dugaan upaya menyesatkan publik. Setelah dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMAN 1 Situ Julu, Mualim Lubis, menyebut hal itu sebagai “salah cetak”. Namun, penggiat konstruksi, Erwin Simanjuntak, menilai penjelasan tersebut tidak logis karena terdapat tiga plank berbeda yang dipasang cukup lama. “Kalau sampai tiga kali, itu sudah mengarah pada kesengajaan,” ujarnya.
Selain itu, hasil pengukuran atap spandek di lapangan diketahui tidak sesuai spesifikasi teknis karena tidak mencapai ketebalan 0,35 mm. Sumber menyebut, konsultan pengawas sempat berupaya melakukan pendekatan informal agar persoalan tidak berlarut, namun penolakan terjadi lantaran material tetap terpasang tidak sesuai standar.
Kasus ini memicu pertanyaan besar mengenai transparansi penggunaan dana pemerintah. Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi lebih lanjut selain pernyataan singkat dari kepala sekolah yang kemudian memutus komunikasi dengan media.(Red)












