FBT: BUMDes Harus Bisa Tumpuan Ekonomi

BUMDes Jadi Penopang Ekonomi Desa, FBT Dorong Kemandirian Usaha

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat| Bupati Kabupaten Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) berharap, badan usaha milik desa (BUMDes) harus bisa diandalkan sebagai penopang dan tumpuan perekonomian desa.

Hal itu disampaikan FBT kemarin ketika mengunjungi usaha peternakan bebek petelur milik BUMDes ‘Meradu Mende’ Desa Pardomuan, Kecamatan Sitellu Tali Urang (STTU) Julu.

Seiring perjalanan dan perkembangannya, BUMDes kemudian diharapkan dapat membantu masyarakat desa untuk urusan dan pemenuhan beberapa sektor kebutuhan masyarakat di sekililingnya.

Dikatakan FBT, sejumlah BUMDes di Kabupaten Pakpak Bharat telah mulai berbenah. Masing-masing harus bisa menciptakan peluang usaha berupa produk unggulan yang memiliki peluang dan prospek pasar menguntungkan.

Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, produk dimaksud bisa diarahkan guna memenuhi kebutuhan atau perbaikan gizi yang bisa diandalkan demi mengatasi persoalan stunting.

Hal itu menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah gencar-gencarnya melaksanakan program makanan bergizi gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Jika pengelolaannya baik, BUMDes bisa menghasilkan produk dan mensuplay pasokan kebutuhan program MBG itu sendiri. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, upaya tersebut juga mendukung program pemerintah.

“Para pengurus harus berkerja sama dengan baik. Jangan hanya mementingkan keuntungan pribadi,” tegasnya.

Kades Pardomuan, Hendri Berutu mengungkapkan, gagasan untuk mendirikan usaha ternak bebek petelur cukup beralasan. Selain bebek termasuk gampang dipelihara dan cocok dengan iklim desa, pakan juga mudah diperoleh di seputaran desa. Kata sepakat dengan ide tersebut setelah tercapainya gagasan dalam diskusi dengan pihak pengelola, Bodrek Munthe dan Camat STTU Julu, Ucok Benget Berutu.

Pengalaman dari banyaknya warga yang memelihara jenis unggas sejenis juga dijadikan parameter hitung-hitungan untuk memulai bisnis itu. Upaya pemerintah desa dan kecamatan kemudian akan disinkronkan membina dan mengedukasi masyarakat supaya lebih maju dan berkembang.

Sementara itu, Camat STTU Julu, Ucok Benget Berutu menggaransi, pihaknya akan terus mendorong desa lain di wilayah pemerintahannya untuk berlomba membuka usaha sejenis atau bidang lain, sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama penduduk setempat.

“Banyak model atau skema lain. Melalui BUMDes atau bukan, tidak masalah. Yang penting, kesepakatan melalui rembuk bersama. Potensi desa harus digali dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Ditambahkan, era digitalisasi saat sekarang ini sebenarnya sangat gampang belajar. Semuanya ada di internet. Secara konvensional juga ada penyuluh pertanian untuk tempat bertanya.

Diinformasikan, sedikitnya 300 ekor bebek petelur telah disediakan di kandang BUMDes ‘Meradu Mende’. Pihak pengelola berharap, kesediaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat untuk melakukan pendampingan usaha tersebut. (Giahta Solin)