Hari Jadi ke-22 Samosir, Bupati Ajak Masyarakat Rawat “Rumah Bersama” untuk Masa Depan

Refleksi Pembangunan dan Harmoni Alam Jadi Spirit Menuju Indonesia Emas 2045.

WB – Samosir|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir memperingati Hari Jadi ke-22 dengan mengusung tema “Samosir Rumah Kita”, sebagai ajakan memperkuat persatuan serta menjaga keberlanjutan pembangunan bagi generasi mendatang. Perayaan berlangsung di Segmen V Waterfront Pangururan, Kamis (27/2/2026), diawali ibadah oikumenis yang dipimpin Pastor Ivo Sinaga.

Puncak peringatan ditandai pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Samosir bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan sebagai wujud kebersamaan pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Vandiko menegaskan bahwa konsep “rumah” bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang hidup bersama yang mencerminkan nilai spiritual, sosial, dan harmoni manusia dengan alam. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat persatuan demi masa depan daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Menurutnya, perkembangan Kabupaten Samosir saat ini menunjukkan tren positif, terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan publik terhadap potensi daerah, khususnya sektor pariwisata. Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan profesionalisme aparatur dan kualitas pelayanan publik agar pembangunan berjalan lebih efektif dan inklusif.

Peringatan hari jadi turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh pemerintahan lintas periode, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumut melalui Asisten Administrasi Umum H. Muhammad Suib Sitorus menyampaikan bahwa peringatan hari jadi merupakan momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan komitmen pembangunan berkelanjutan.

Ia menilai semangat perjuangan perlu terus menjadi inspirasi masyarakat Batak dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan daerah. Tema “Samosir Rumah Kita” disebut selaras dengan semangat gotong royong serta falsafah Dalihan Natolu yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan utama masyarakat.

Sebagai bagian dari kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, Kabupaten Samosir dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang melalui penguatan infrastruktur, promosi internasional, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengapresiasi sejumlah program daerah, mulai dari pembiayaan UMKM tanpa bunga, pengembangan pertanian, pemberian beasiswa, hingga transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Sejumlah tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir turut menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan yang dinilai semakin menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan kehutanan secara bijak agar Samosir tetap menjadi kawasan wisata yang lestari.

Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menambahkan, capaian peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah menjadi bukti sinergi pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. Ia menilai perayaan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari penguatan identitas daerah sekaligus promosi pariwisata.

Momentum Hari Jadi ke-22 ini diharapkan menjadi titik refleksi bersama untuk menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi, sekaligus mewariskan Samosir yang damai, maju, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.(AS)