WB – Asahan|Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Pasar Delapan Siumbut-umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (15/2/2026). Kereta Api Putri Deli jurusan Tanjung Balai–Medan menabrak sebuah mobil Toyota Fortuner hitam hingga menyebabkan dua orang anak meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada pagi hari di kilometer 159/3+4 jalur rel antara Stasiun Kisaran dan Stasiun Tanjung Balai. Mobil yang terlibat diketahui dikemudikan Mardi (67), warga Kabupaten Asahan. Ia selamat namun mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hati Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, dua penumpang yang merupakan cucu pengemudi, Fahri (10) dan Indra (6), warga Kecamatan Rawang Panca Arga, meninggal dunia di tempat akibat benturan keras.
Keterangan keluarga korban yang mengaku bernama Ata menyebutkan, sebelum kejadian mereka hendak menjemput anggota keluarga yang sedang menempuh pendidikan di sebuah pesantren. Namun saat melintasi rel kereta api, kendaraan yang dikemudikan Mardi tiba-tiba ditabrak kereta yang datang dari arah Kisaran menuju Tanjung Balai.
“Saya berharap perlintasan ini segera dipasang palang agar tidak ada lagi korban,” ujar Ata, menyesalkan minimnya pengamanan di lokasi tersebut.
Kepala Regu Polsuska, Tri Rohmad H, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, warga sebenarnya telah memberikan peringatan kepada pengemudi bahwa kereta api akan melintas.
Menurutnya, masinis juga telah membunyikan suling lokomotif berulang kali sebagai tanda peringatan. Namun kendaraan tetap melaju dan langsung melintas rel tanpa memperhatikan situasi sekitar sehingga tabrakan tidak dapat dihindari karena jarak yang sudah terlalu dekat.
Ia memastikan seluruh penumpang dan petugas kereta api dalam kondisi selamat. Pihaknya sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang dengan mengurangi kecepatan kendaraan serta memastikan kondisi jalur rel aman sebelum menyeberang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengendara serta perlunya peningkatan fasilitas keselamatan di perlintasan kereta api guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.(Edi)












