
WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat| Kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa dari civitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM) Berakhir sudah. Mereka dilepas Sekda, Jalan Berutu MM pada suatu acara seremoni di Ruang Rapat Garuda, di Sindeka, Salak kemarin, untuk kemudian mereka kembali ke Yogyakarta.
Tercatat, sebanyak 28 orang mahasiswa dan pendamping telah melaksanakan pengabdian selama 50 hari di tengah-tengah masyarakat di beberapa desa di Pakpak Bharat, sebagai bagian dari agenda KKN tersebut.
Ke-28 mahasiswa UGM yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan program study (prody) itu ditempatkan di Desa Ulumerah dan Pardomuan, Kecamatan STTU Julu. Mereka menjalankan misi edukasi, seputar teknis pengelolaan sektor pertanian, skema pola hidup bersih dan sehat.
Jalan yang mewakili bupati, mengisahkan nostalgia konektifitas antara Kabupaten Pakpak Bharat dengan pihak UGM. Termasuk beberapa alumni SMA/sederajat yang berhasil masuk PTN terkemuka tersebut dan kerja sama penelitian kedua belah pihak.
Jalan Berutu, alumni D3 ITB dan S2 Magister Managemen Universitas Nomensen itu menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa tersebut, karena menurutnya, selama berbaur dengan masyarakat, mereka tentunya menularkan ilmu yang dimiliki dan merefleksikannya selama melakukan KKN.
Keterlibatan para mahasiswa UGM juga terlihat saat pesta Oang Oang yang dihelat baru-baru ini dan kehadiran mereka saat perayaan HUT RI.
“Laporan literasi hasil KKN ini hendaknya disampaikan kepada kami, untuk kemudian akan dijadikan sebagai bahan refrensi untuk membangun masyarakat Pakpak Bharat kedepan,” sebut Jalan.
Di kesempatan itu, salah seorang perwakilan mahasiswa, Fariz Anandia mengungkapkan pengalamannya selama melaksanakan pengabdian masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat.
“Banyak pelajaran yang kami peroleh dari sini. Di awal kami berfikir akan kelaparan, ternyata kami sangat sejahtera di sini. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat setempat. Doakan kami agar segera menyelesaikan study kami,” imbuh Fariz.
Sementara, salah seorang dosen pembimbing UGM yang turut mendampingi tim KKN, Drs Musadah MHum mengemukakan konsep mutualisme akan tercipta bagi kedua belah pihak antara Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan civitas akademika UGM.
Musadah mengakui, Kabupaten Pakpak Bharat bukanlah daerah yang baru bagi mereka. Sebab sebelumnya, pihak UGM telah pernah turut berpartisipasi membangun SDM melalui kerangka pelestarian dan menjaga kebudayaan daerah melalui upaya penelitian mejan, salah situs sejarah dan budaya Pakpak berbentuk fisik patung yang terbuat dari batu.
“Mudah-mudahan, melalui pelaksanaan KKN ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Para mahasiswa menyalurkan ilmu kepada warga, sekaligus menyerap ilmu dari masyarakat,” pungkasnya. (Giahta Solin)












