Konflik Warga – Pemdes Parbuluan VI Berakhir Damai

Kesepakatan tiga poin jadi dasar pemulihan hubungan masyarakat dan pemerintah desa.

WB – Dairi | Konflik sosial antara warga dan Pemerintah Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, akhirnya mencapai titik damai setelah proses mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Dairi bersama unsur Forkopimda. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Berita Acara Perdamaian di Aula Kantor Desa Parbuluan VI, Rabu (19/11/2025).

Mediasi dipimpin Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, didampingi Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, Dandim 0206 Dairi Letkol CZI Nanang Sujarwanto, serta Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha Asmara. Pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menghentikan kerugian materi maupun emosional yang selama ini muncul akibat ketegangan di desa.

Sekda menyampaikan apresiasi atas kesediaan kedua pihak untuk hadir dan berdamai. Ia meminta seluruh warga meninggalkan ego dan kembali pada semangat membangun desa. Pemerintah berharap, kesepakatan tersebut menjadi solusi permanen untuk mengembalikan suasana harmonis di Parbuluan VI.

Terdapat tiga poin utama dalam kesepakatan damai: masyarakat saling memaafkan dan sepakat menyudahi konflik; warga dan pemerintah desa berkomitmen membangun komunikasi secara kekeluargaan; serta tekad bersama menjaga kedamaian agar ketegangan serupa tidak terulang.

Kapolres AKBP Otniel Siahaan turut mengimbau warga untuk merawat kembali rasa persaudaraan dan menghindari prasangka. Senada dengan itu, Dandim Letkol CZI Nanang Sujarwanto mengajak masyarakat membuka hati untuk memperbaiki hubungan yang selama ini sempat renggang. Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Bima Yudha Asmara, menegaskan pentingnya nilai saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada penutup mediasi, Habeahan mewakili warga menyampaikan penyesalan atas tindakan anarkis yang pernah terjadi. Pernyataan ini diterima dengan baik oleh Kepala Desa Parbuluan VI, Parasian Nadeak, yang mengucapkan terima kasih atas perlindungan pemerintah dan aparat keamanan setelah dirinya dan perangkat desa sempat mengalami ancaman hingga harus memindahkan layanan administrasi.(Bernad)