Kosgoro 1957 Soroti Pernyataan Kader Golkar yang Dinilai Keluar Konteks

Sekjen PPK Kosgoro 1957 menilai pernyataan Wakil Ketua DPD Golkar Sumut berpotensi menimbulkan kegaduhan internal dan berdampak pada citra pimpinan partai.

WB – Jakarta|Pernyataan Wakil Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, mendapat tanggapan dari organisasi pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957. Sejumlah kader menilai pernyataan tersebut tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan polemik internal.

Anggota Kosgoro 1957, Alok, menyebut pernyataan yang disampaikan Riza beraroma tendensius karena dinilai menyerang kehormatan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, serta menyeret nama mantan Presiden Republik Indonesia tanpa dasar argumentasi yang kuat.

Menurut Alok, reaksi penolakan juga datang dari berbagai daerah. Kader Kosgoro 1957 menilai pernyataan tersebut berisiko mengganggu soliditas partai yang saat ini tengah fokus pada agenda konsolidasi internal.

“Banyak kader menyampaikan keberatan karena pernyataan itu justru memunculkan kegaduhan dan berpotensi merugikan organisasi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro 1957, M. Sabil Rachman, turut menegaskan bahwa pernyataan tersebut dinilai berlebihan dan tidak sejalan dengan substansi persoalan yang tengah dihadapi partai.

“Pernyataan itu dapat dipahami sebagai keluar dari konteks dan tidak berkorelasi langsung dengan dasar penerbitan Surat Keputusan Pelaksana Tugas oleh DPP,” kata Sabil, Senin (22/12/2025).

Sabil menegaskan, setiap kebijakan yang diambil oleh pimpinan pusat telah melalui mekanisme organisasi dan pertimbangan matang demi menjaga kepentingan partai secara menyeluruh.

Ia menambahkan, Kosgoro 1957 tetap berkomitmen mendukung kebijakan yang dinilai konstruktif bagi keberlangsungan organisasi, seraya mendorong penyelesaian persoalan melalui mekanisme dialog internal yang sehat.

Sabil juga mengimbau seluruh kader untuk menjaga etika komunikasi politik dan menahan diri agar tidak memperuncing dinamika internal. Ia menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan Riza Fakhrumi Tahir tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi Kosgoro 1957. (*)