WB – Asahan | Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Asahan menyuarakan harapan agar Bumi Perkemahan Sibolangit dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
Seruan itu disampaikan seiring apresiasi terhadap Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai tegas menertibkan praktik narkoba dan perjudian di kawasan tersebut, termasuk menindak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal maupun pembackingan bandar.
Ketua Kwarcab Asahan, Agus Ramanda, menilai langkah aparat penegak hukum menjadi sinyal kuat keseriusan negara dalam memberantas kejahatan terorganisir di Sumatera Utara.
Ia menegaskan, keberanian kepolisian menindak tanpa pandang bulu patut diapresiasi. “Kami Kwarcab Asahan bersama seluruh andalan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada kepolisian yang berani menindak praktik narkoba dan judi, bahkan bila melibatkan oknum aparat. Ini menunjukkan supremasi hukum harus berdiri di atas semua kepentingan,” ujar Agus, Kamis (29/1/2026).
Lebih lanjut, Agus meminta pihak-pihak yang disinyalir mengelola Bumi Perkemahan Sibolangit secara sepihak agar segera menyerahkan kembali pengelolaannya kepada Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Utara.
Menurutnya, kawasan tersebut semestinya difungsikan sebagai ruang pembinaan, pelatihan, dan penguatan karakter pelajar, bukan disalahgunakan untuk kegiatan yang merusak masa depan generasi muda.
“Sudah saatnya Bumi Perkemahan Sibolangit dikembalikan ke Kwarda Sumatera Utara agar Pramuka kembali berjaya seperti dulu. Tempat ini harus menjadi pusat kegiatan edukatif dan pembentukan karakter, bukan tercemar oleh aktivitas melanggar hukum,” harapnya.
Kwarcab Asahan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga aset pendidikan tersebut, demi memastikan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi pembinaan kaum muda di Sumatera Utara.(Edi)












