WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat |Bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Pakpak Bharat sejak Rabu (26/11/2025) semakin meluas. Jika sebelumnya terdapat 106 titik longsoran, pada Kamis (27/11/2025) jumlahnya bertambah menjadi 139 titik. Fenomena ini dipicu oleh curah hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut selama lima hari terakhir.
Pemerintah setempat, melalui Sekda Pakpak Bharat, Jalan Berutu MM, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya longsor yang masih dapat terjadi. “Kami mohon maaf atas keterlambatan penanganan ini, kendala utama kami adalah terbatasnya peralatan pendukung,” ujar Jalan dalam keterangan pers yang disampaikan pada Kamis (27/11/2025).
Hingga saat ini, pihak pemerintah telah berhasil membuka 139 titik longsoran, yang memungkinkan akses jalan dibuka dengan sistem buka tutup.
Namun, masih ada sekitar 50 titik longsor yang akan segera ditangani. Pagindar, sebuah kecamatan di Pakpak Bharat, menjadi wilayah yang sepenuhnya terisolasi akibat longsor, selain itu Desa Sibongkaras di Kecamatan Salak, yang dihuni sekitar 30 Kepala Keluarga (KK), juga terputus aksesnya.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Daerah Aceh Singkil untuk meminta bantuan, mengingat kedua wilayah tersebut berbatasan langsung.
Namun, situasi bencana banjir yang melanda Aceh Singkil membuat kemungkinan pengiriman alat berat menjadi sulit, karena banyak akses yang terendam air.
Untuk mempercepat proses normalisasi, Balai Pengelolaan Jalan Nasional (BPJN) dan UPT Bina Marga Provinsi Sumatera Utara telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk menangani kerusakan pada jalan negara dan provinsi.
Sementara itu, alat berat milik pemerintah setempat akan difokuskan pada jalan kabupaten dan akses lainnya.
Mengingat banyaknya titik longsoran yang terjadi, Jalan Berutu mengajak warga di perdesaan untuk bekerja sama secara manual dalam menangani longsor yang dapat dikerjakan dengan alat sederhana seperti cangkul. Di sisi lain, alat berat akan dikerahkan untuk titik-titik longsoran yang lebih besar.
Jalan juga mengingatkan agar seluruh warga tetap waspada mengingat hujan masih turun dan potensi longsor lanjutan tetap ada. Untuk mengurangi risiko, sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan longsor disarankan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berharap warga dapat saling membantu dan tetap berhati-hati demi keselamatan bersama.(Giahta Solin)












