Longsor Susulan Putuskan Jalinsum Pakpak Bharat

Arus Transportasi Lumpuh, Petugas dan Warga Bergerak Bersihkan Material Tanah.

WB – Pakpak Bharat | Longsor susulan kembali menerjang kawasan Dusun Nanjombal, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, pada Jumat malam (05/12/2025). Intensitas hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah dan berujung pada runtuhan besar yang menutup penuh badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menuju Kota Subulussalam, NAD. Akibatnya, akses transportasi darat benar-benar lumpuh hingga beberapa jam.

Material berupa tanah berlumpur, ranting, batu berukuran sedang hingga besar, serta akar pohon menutup keseluruhan konstruksi jalan. Kendaraan dari dua arah tidak mampu bergerak sehingga antrean panjang tak terhindarkan. Para pengendara terpaksa menghentikan perjalanan dan memarkirkan kendaraan sambil menunggu proses pembukaan jalur.

Informasi dari akun resmi Polres Pakpak Bharat, Senin (08/12/2025), menyebutkan bahwa personel Polsek Sukaramai dipimpin Kapolsek AKP Sukanto Berutu SH langsung menuju lokasi. Mereka bersama warga dan sejumlah pengendara melakukan pembersihan awal secara manual sembari menunggu kedatangan alat berat.

Kasi Humas Polres Pakpak Bharat, AKP Amron Simanullang SH menjelaskan, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho SH SIK MSi telah memerintahkan jajaran Polsek Sukaramai dan Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan BPBD untuk percepatan normalisasi jalur. Ia juga mengimbau masyarakat yang melintas agar meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan masih turun di banyak titik. Bila menemukan indikasi longsor, masyarakat diminta segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau layanan call center 110 yang bebas pulsa.

“Jika ada laporan masuk, petugas akan langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan cepat,” ujar AKP Amron.

Berkat respons cepat aparat dan bantuan warga setempat, material longsoran berhasil disingkirkan sehingga arus kendaraan kembali berjalan normal. Antrean panjang yang sempat mengular selama beberapa jam akhirnya dapat terurai. (Giahta Solin)