Pakpak Bharat Perlu Belajar Pertanian dari Jepang

WartaBerita.co.id – Fukuoka | Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) menegaskan, daerah yang dipimpinnya itu harus perlu banyak belajar dari negara Jepang, terkait teknik budidaya pertanian.
Pernyataan itu disampaikan FBT kemarin ketika mengikuti training of trainer (TOT) di negeri Sakura tersebut bersama dengan sejumlah kepala daerah se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Agenda visitasi yang diinisiasi pihak Kemendagri RI ke Negara Mata Hari Terbit itu dan bekerja sama dengan Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) ini didasari atas sistim pertanian di Jepang dinilai sangat bagus dan sinkron diaplikasikan di Indonesia.

Sistim dan teknologi terapan yang kini tengah dikembangkan di Jepang dinilai cocok dilakukan di negara-negara berbasis agraris seperti Indonesia. “Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, baik skala kecil maupun besar, metode pertanian berkelanjutan akan mampu mendukung pembangunan ketahanan pangan di daerah,” jelas FBT.

Dalam visitasi tersebut, training dibagi dalam dua kategori kelas dan mengetengahkan pengembangan sistim pertanian yang dimulai dari pengolahan lahan hingga pengolahan pasca panen. Selanjutnya, para trainer memberikan pandangan seputar pengembangan pertanian berkelanjutan dengan teknologi konfensional dan modern yang melibatkan masyarakat.

OISCA merupakan gabungan kerjasama 29 negara dan berpusat di Jepang. Mereka bergerak pada pelatihan pertanian dan permasalahan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan. ***(Giahta Solin)