
wartaberita.co.id – Pematangsiantar | Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA memaparkan sejumlah kondisi makro ekonomi Kota Pematangsiantar dalam dua tahun terakhir. Pemaparan disampaikan dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar memeringati Hari Jadi ke-152 Kota Pematangsiantar, di Ruang Harungguan DPRD, Selasa (2/5/2023) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sejumlah kondisi makro ekonomi yang disampaikan yakni: pertumbuhan ekonomi Kota Pematangsiantar mengalami peningkatan dari 1,23 persen di tahun 2021 menjadi 3, 47 persen pada tahun 2022. Dan sampai tahun 2024 ditargetkan di angka 3,38 persen hingga 4,54 persen.
Kemudian, Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) meningkat dari 79,17 pada tahun 2021 menjadi 79,70 pada tahun 2022.

“Angka ini tertinggi kedua di Sumatera Utara, dan hingga 2024 IPM kita targetkan di angka 80,61,” terang dr Susanti yang mengenakan pakaian adat Simalungun.
Selanjutnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan dari angka 11 persen di tahun 2021 menjadi 9,36 persen di tahun 2022.
“Kita optimis untuk sampai tahun 2024 kita akan mengejar target penurunan hingga 8,57 persen,” kata mantan Direktur RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar itu.
Lebih lanjut, dr Susanti menyampaikan angka kemiskinan di Kota Pematangsiantar juga mengalami penurunan dari 8,32 persen pada tahun 2021 menjadi 7,88 persen pada tahun 2022. Angka ini, lanjutnya, melebihi dari target.
“Dan karenanya kita optimis bisa mencapai penurunan di angka 7,69 persen hingga tahun 2024,” kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Yogyakarta itu.

dr Susanti juga memaparkan angka Gini Rationyang mengarah pada pemerataan kesejahteraan, yakni di angka 0,307 pada tahun 2021 menjadi 0,321 poin di tahun 2022.
“Kita targetkan angka Gini Ratio kita di bawah 0,3,” tukasnya.
Masih kata dr Susanti, ada kenaikan pada inflasi yang harus menjadi perhatian. Mengingat pada tahun 2021 angka inflasi Kota Pematangsiantar 2,12 persen meningkat menjadi 6,16 persen di tahun 2022.
“Namun kita optimis hingga 2024 inflasi kita berada di kisaran 2 hingga 1 persen,” tandas dr Susanti.
Sedangkan beberapa penghargaan yang telah diperoleh antara lain, Penghargaan Siddhakarya atas kepedulian Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam memotivasi dunia usaha dan UMKM yang mengedepankan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, kualitas, dan ramah lingkungan.
Selain itu, Pemko Pematangsiantar masuk tiga besar dalam Penilaian Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) atas inovasi yang dilakukan dalam pengelolaan pajak.
Kemudian, baru-baru ini Perumda Tirta Uli Pematangsiantar menerima BUMD Awards atas pengelolaan BUMD.
“Pada kerja kita membangun BUMD yang unggul dan penyediaan air bersih dan berkualitas,” sebutnya.
Ditambah beragam penghargaan lain di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya yang semuanya dijadikan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi.
Sebelumnya, di awal sambutannya, dr Susanti mengatakan seiring perjalanan panjang yang telah dilalui selama 152 tahun, Kota Pematangsiantar mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun sosial, ekonomi, dan budaya.
dr Susanti menyadari masyarakat Kota Pematangsiantar menaruh harapan besar kepada penyelenggara pemerintahan agar kota ini senantiasa mengalami perubahan-perubahan ke arah lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis anak itu mengajak semua pihak untuk saling bersinergi dan bekerjasama dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat Kota Pematangsiantar sebagaimana motto “Spangambei Manoktok Hitei”, demi mewujudkan Kota Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas.
“Semoga ke depannya kita sebagai elemen pemerintahan di Kota Pematangsiantar senantiasa mendapat keberkahan, yaitu orang-orang yang saat diberi amanah dapat menunaikannya dengan sebaik-baiknya dan ketika diberi jabatan dapat menjalankannya semata demi kepentingan masyarakat,” terangnya.
Sehingga, sambungnya, kelak di bawah kepemimpinannya Kota Pematangsiantar dapat bersaing dan lebih baik dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara bahkan sampai tingkat nasional.
Hal ini, kata wali kota perempuan pertama di Kota Pematangsiantar itu, sejalan dengan sikap dan perilaku pendiri Kota v, Raja Sangnaualuh Damanik, yang tulus dan sukarela berbuat untuk masyarakat sampai akhir hayatnya.

“Hendaknya juga kita memaknai dan mampu melaksanakan falsafah Habonaron do Bona (kebenaran sebagai cikal bakal segalanya) dan bukan didorong oleh nafsu semata, serta Sapangambei Manoktok Hitei (seiring seirama menggapai tujuan,” jelas dr Susanti.
dr Susanti yakin dan percaya melalui momentum peringatan Hari Jadi ke-152 Kota Pematangsiantar tahun 2023, mengingatkan semua pihak bahwa kesejahteraan warga Kota Pematangsiantar harus tetap diperjuangkan.
“Sebagai kota yang majemuk dan dihuni oleh berbagai suku, etnis, dan agama, kita harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi di kota yang kita cintai ini. Kebersamaan dan gotong royong tentu harus tetap kita pupuk di Kota Pematangsiantar dan tentunya kita juga harus merawat dan melestarikan budaya lokal yang ada di Tanoh Habonaron do Bona ini,” sebut dr Susanti.
Sebelum menutup pidatonya, dr Susanti berharap peringatan hari bersejarah ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi terhadap yang telah dilakukan dan diberikan bagi Kota Pematangsiantar ini.
“Sehingga melahirkan momentum perubahan, bukan saja demi kepentingan pribadi, keluarga, dan masyarakat tetapi juga bagi nilai-nilai budaya dan kemanusiaan. Mari kita berbenah menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik yang Insya Allah akan menghantarkan kita ke kota yang lebih bermartabat. Jauh dari segala fitnah dan adu domba dan senantiasa berprasangka baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH dalam sambutannya menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar bukan hanya seremonial. Namun harus mampu meneladani sifat yang dimiliki oleh Raja Sangnaualuh Damanik.
Timbul Lingga mengajak agar momentum Hari Jadi Kota Pematangsiantar dijadikan refleksi terhadap jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Pematangsiantar dan tentunya pemimpin Kota Pematangsiantar harus mampu mengimplementasikan sifat dari Raja Sangnaualuh Damanik.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Pematangsiantar untuk bersatu-padu membangun kota Pematangsiantar.
“Kita tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Keberagaman masyarakat Kota Pematangsiantar, baik agama, etnis, dan budaya harus dijaga dengan baik dan menjadi modal dasar yang kuat kepada kita untuk mewujudkan masyarakat Kota Pematangsiantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas,” tandasnya.












