Pemkab Dairi Genjot Upaya Turunkan AKI dan AKB Lewat Rakor Lintas Program

Rakor kesehatan digelar untuk memperkuat layanan ibu dan anak serta menekan kematian ibu dan bayi di Dairi.

WB – Dairi | Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Kesehatan menggelar rapat koordinasi lintas program untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sekaligus Diseminasi Audit Maternal Perinatal – Surveilans dan Respon AMP-SR. Kegiatan berlangsung di Aula Sada Ahmo, Sidikalang, Senin (24/11/2025).

Rakor dibuka oleh Sekretaris Daerah, Surung Charles Bantjin, mewakili Bupati Dairi. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan, dr. Henry Manik, Dirut RSUD dr. Mey Sitanggang, para kepala puskesmas, OPD lintas sektor, serta perwakilan dari rumah sakit. Para ahli juga turut menjadi narasumber, antara lain Prof. Dr. dr. Sarma Nursani L. Raja dari POGI Sumut dan Zulaidah Maysaroh Lubis dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa indikator kesehatan ibu dan anak menjadi tolok ukur penting pembangunan kesehatan daerah. Ia menyebut AKI nasional sempat menurun dari 305 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup, namun belum mencapai target 2024 maupun target SDGs 2030. Karena itu, ia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan ibu hamil, pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan layanan primer, serta kerja sama lintas sektor.

Ia juga mengapresiasi penurunan angka kematian neonatal dari 15 per 1000 kelahiran hidup pada 2017 menjadi 9,3 pada 2020. Perbaikan itu dinilai tidak terlepas dari semakin luasnya jangkauan layanan kesehatan dasar, imunisasi, dan layanan KIA yang lebih terstandar.

Secara spesifik di Kabupaten Dairi, tahun 2024 tercatat empat kasus kematian ibu, serta 33 kematian neonatal dan enam post-neonatal. Sementara pada 2025 hingga kini tercatat dua kematian ibu dengan 16 kasus kematian neonatal. Data ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi penurunan angka kematian ibu dan bayi ke depan.

Sekda menekankan bahwa kebijakan pusat perlu diimplementasikan secara konvergen di daerah, terutama dalam peningkatan akses, kualitas, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan tata kelola kesehatan. Ia berharap rakor tersebut menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret dan terukur bagi seluruh lintas sektor di Kabupaten Dairi.(Bernad)