WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat |Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola keuangan pendidikan dengan menggelar Sosialisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Sada Arih, Sindeka, Salak, Rabu (22/10/2025).
Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pakpak Bharat, Jalan Berutu, M.M., mewakili Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, yang berhalangan hadir. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan pesan bupati agar seluruh kepala sekolah dan bendahara pengelola dana BOS mampu menjalankan tugas dengan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan tertib administrasi.
“Pemerintah hadir untuk melakukan pembinaan dan pengawasan agar penggunaan dana BOS benar-benar tepat sasaran. Setiap sekolah harus mampu mengelola anggaran ini secara bijak agar tidak terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang dapat berdampak hukum,” ujar Jalan Berutu dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pihak sekolah, dinas pendidikan, dan inspektorat daerah agar sistem pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai aturan dan berorientasi pada peningkatan mutu belajar mengajar.
Sementara itu, Inspektur Kabupaten Pakpak Bharat, Drs. Leonardus Sihotang, dalam paparannya menekankan bahwa sosialisasi ini bertujuan menciptakan sistem pengelolaan dana BOS yang akuntabel dan transparan, serta memastikan bahwa anggaran yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan siswa.
“Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan dana BOS berjalan dengan baik dan berintegritas. Semua diarahkan untuk mewujudkan generasi emas Pakpak Bharat yang unggul di masa depan,” tegas Leonardus.
Sosialisasi yang dihadiri oleh kepala sekolah dan bendahara BOS se-kabupaten tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman para pengelola sekolah terhadap aturan penggunaan dana pendidikan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas publik dalam sektor pendidikan daerah.(Giahta Solin)












