Pemkab–Pemprov Sinergi, 12,5 Ton Bibit Padi Tersalurkan untuk Petani Samosir

Bupati Vandiko Tekankan Tanam Serentak, Program Pangan Diperkuat Hingga ke Tingkat Demplot.

WB – Samosir| Sinergi Pemkab Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. Sebanyak 12,5 ton bibit padi varietas Ciherang resmi disalurkan kepada kelompok tani di Kecamatan Sianjur Mulamula, Senin (8/12/2025). Penyaluran dipusatkan di Onan Limbong, Desa Aek Sipitudai, dan turut dihadiri Kadis Ketapang dan Pertanian Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Camat Sianjur Mulamula Andry P. Limbong, para PPL, aparat desa, serta puluhan kelompok tani.

Bantuan bibit tersebut merupakan hasil usulan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom kepada Gubernur Sumut yang kemudian ditampung melalui P-APBD Sumut. Dari total bantuan 12,5 ton, sebanyak 9,3 ton dialokasikan untuk Kecamatan Sianjur Mulamula, mencakup lahan tanam seluas 372 hektare dan mengakomodasi 48 kelompok tani. Sisanya akan didistribusikan ke Kecamatan Pangururan dan Palipi.

Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumut atas komitmennya terhadap pembangunan pertanian di Samosir.
“Meski Bapak Gubernur sedang berada di daerah bencana, bantuan ini tetap dapat disalurkan tepat waktu. Ini bukti kepedulian dan perhatian besar Pemprov terhadap petani kita,” ujar Vandiko.

Ia mengimbau kelompok tani segera melakukan penanaman agar momentum bantuan ini berdampak langsung pada peningkatan produksi.
“Segera kita tanam. Semoga dukungan bagi sektor pertanian Samosir dapat terus bertambah tahun depan. Terima kasih kepada Pemprov Sumut, salam kolaborasi, Sumut berkah untuk kita semua,” tambahnya.
Vandiko juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem serta menjaga kebersihan saluran irigasi guna mengurangi risiko banjir di area persawahan.

Kadis Ketapang dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, memaparkan bahwa bantuan bibit padi hibrida turut didukung pendistribusian dolomit untuk sawah berkadar karat tinggi. Pendataan lokasi telah dilakukan melalui PPL, dan sejumlah kelompok tani disiapkan sebagai demplot bekerja sama dengan PT Bio Energi Rimba.
“Masyarakat pemilik lahan dapat melapor jika bersedia menjadi demplot. Pendampingan akan dilakukan mulai dari pengolahan lahan hingga panen,” ujarnya.

Tumiur menambahkan bahwa dua brigade pangan beranggotakan petani milenial kini disiapkan untuk memperkuat pendampingan lapangan dengan dukungan alsintan pra dan pascapanen. Brigade tersebut akan bertugas di Kecamatan Harian dan Sianjur Mulamula.
“Melalui pendampingan PPL dan brigade pangan, kita dorong tanam serentak agar produksi meningkat bahkan bisa mencapai lima kali panen dalam dua tahun,” katanya.

Bantuan ini disambut antusias para petani. Ketua Kelompok Tani Napinasada Sipitudai, Pardiman Limbong, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Samosir.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan jajaran yang terus memperhatikan petani. Pendampingan PPL selama ini benar-benar kami rasakan manfaatnya,” ucapnya.

Pardiman juga menyampaikan keluhan terkait Sungai Binanga Bolon di Kenegerian Limbong yang kerap meluap saat hujan deras.
“Sungai ini rawan banjir dan membuat petani cemas. Kami berharap ada normalisasi dan perbaikan tanggul,” katanya.

Penyaluran 12,5 ton bibit padi ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian melalui kolaborasi antara Pemkab Samosir, Pemprov Sumut, dan dukungan penuh masyarakat tani.(VLS)