WartaBerita.co.id – Samosir | Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Bupati Pakpak Bharat Frans Bernard Tumanggor menjajal penerbangan perdana pesawat amfibi (seaplane) dari Bandara Silangit menuju Pelabuhan Mariana Resort Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo.
Moda transportasi baru ini diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pelayanan publik, serta memberi nilai tambah bagi pariwisata Danau Toba, khususnya di Pulau Samosir.
“Ini merupakan salah satu pintu masuk baru menuju Danau Toba. Dengan adanya pendaratan di kawasan wisata, akan memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan,” ujar Gubernur Bobby usai demo flight. Ia menambahkan, Pemprov Sumut bersama Pemkab Samosir akan segera mengajukan izin operasional ke Kementerian Perhubungan agar layanan ini bisa terealisasi secara resmi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom menyambut gembira momentum bersejarah ini. “Puji Tuhan, hari ini pesawat amfibi bisa landing perdana di Samosir. Kami optimistis ini akan menjadi daya tarik baru pariwisata dan membuka era baru bagi Samosir,” ungkapnya.
Vandiko menjelaskan, pesawat amfibi berkapasitas 11 orang ini masih menggunakan sistem carter dari pihak swasta. Sejumlah titik pendaratan di Danau Toba, termasuk di Tuktuk Siadong, telah diusulkan ke Kemenhub untuk mendukung pengoperasian reguler.
“Seperti di Thailand, Malaysia, dan Singapura sudah ada seaplane, maka di Danau Toba pun harus bisa. Samosir sebagai pulau perlu akses maksimal, baik jalur darat, danau, maupun udara. Ke depan tidak menutup kemungkinan bisa dibuka penerbangan internasional,” jelasnya.
Direktur Utama PT Parna Raya Group, Charles A. Simbolon, selaku investor, menambahkan bahwa pesawat amfibi ini diharapkan memberi kemudahan akses bagi wisatawan sekaligus mendongkrak ekonomi masyarakat lokal. “Dengan target kunjungan wisatawan yang naik dari 700 ribu menjadi 1 juta orang, kehadiran seaplane bisa menjadi magnet baru,” ucapnya.
Pesawat yang digunakan dalam demo flight ini merupakan keluaran terbaru tahun 2023. Jika seluruh izin rampung, penerbangan komersial seaplane di kawasan Danau Toba ditargetkan bisa dimulai paling lambat 2026.(VLS/Makkirim)












