
WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi RI, Stella Christie mengemukakan, untuk lima tahun kedepan, pihaknya akan membangun sedikitnya 20 SMA Unggul Garuda Baru.
Sementara tahun ini, empat sekolah baru direncanakan akan dibangun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Papua Tengah. Sementara satu lokasi lain masih dalam proses seleksi.
Hal itu disampaikan Stella dalam rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi seputar wacana sekolah unggulan dimaksud melalui virtual zoom meeting dengan sejumlah daerah, Senin (14/4/2025), termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Sekda Pakpak Bharat, Jalan Berutu MM dan Kadis Pendidikan Augusman Harapan Padang MSi, tampil mewakili kepala daerah dalam gelaran rakor tersebut.
Dijabarkan Stella, dalam pokok pembahasan, terdapat dua jenis sekolah unggul garuda, yakni SMA Unggul Garuda baru yang dibangun sejak awal dan transformasi dengan pengembangan dari SMA yang sudah tersedia. Hanya saja, fokus kali ini membahas sekolah unggul garuda baru.
Sekaitan itu, wamen menginstruksikan kepada para kepala daerah untuk segera mengajukan proposal, terkait rencana lokasi sekolah dimaksud.
Sekolah unggul garuda dimaksud, dirancang sebagai salah satu skenario berasrama dan menerima siswa dari seantero nusantara.
Terkait pengelolaan, sekolah akan didampingi langsung oleh perguruan tinggi terdekat. Hal itu guna memastikan terselenggaranya sistim belajar mengajar sebagaimana yang diharapkan.
Tujuannya, untuk memberikan kualitas pendidikan, dalam kerangka mendukung siswa masuk ke perguruan tinggi terbaik, dalam dan luar negeri.
Diinformasikan, sekolah unggul garuda merupakan program pendidikan pra universitas dengan skema membangun dan berbasis ekosistim sain dan teknologi.
Tanggung jawab pengelolaan diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Dukungan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 merupakan petunjuk dan jaminan dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan usia dini (PAUD), dasar menengah, termasuk agenda SMA Unggul Garuda dan digitalisasi pembelajaran. (Giahta Solin)












