
wartaberita.co.id – Medan | Banjir bandang yang terjadi di daerah wisata alam Sembahe memporak porandakan kawasan pemandian tersebut, Suasana panik dan banyaknya barang-barang bawaan yang berharga dari pengunjung yang tak sempat diselamatkan bahkah dikabarkan mobil avanza putih milik warga Medan hanyut terbawa arus.
Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa saat peristiwa naas itu terjadi dan berapakah total kerusakan.
Selain itu akibat banjir bandang dari Sembahe, Warga yang berada di Daerah Pinggiran Sungai (DAS) Deli bersiap siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir dari luapan air kiriman dari Pemandian alam tersebut.

Alhasil, pada malam harinya, saat selesai sholat magrib air banjir kiriman dari Sembahe tersebut membanjiri kawasan Sungai Deli. Seperti di Kampung Aur, terlihat air sungai deli meluap dan membanjiri rumah warga.
Mendapat himbauan dari pengeras suara dari Masjid Jami’ Aur, warga pun bersiap siaga menyelamatkan barang-barang elektronik, sofa dan barang berharga lainnya untuk diaman kan ke tempat yang lebih tinggi seperti loteng.
Pantauan wartawan Air terus naik hingga mulai tenang dan juga perlahan menunjukkan debit air pertanda sudah mulai surut.
Air banjir yang meluap kerumah warga sudah mencapai ketinggian sepaha orang dewasa dirumah salah satu warga di Kampung Aur. Hingga pukul 01.30 dini hari, debit air mulai perlahan surut.
Begitu mendapat info adanya banjir bandang di Sembahe, hingga juga membanjiri kampung kelahirannya, Ketua Barisan Relawan Anies Presiden Indonesia (Bara Api) Kota Medan, Aprizal yang terus memantau debit air banjir di sungai deli Kampung Aur mengatakan. Pasca Banjir Bandang dan adanya kiriman air banjir dari Sembahe, Kawasan Daerah Pinggiran Sungai Deli turut meluap membanjiri rumah warga.
Menurut Aprizal air mulai naik sekitar pukul 19.30 WIB selesai sholat magrib. Dan terus naik hingga air hampir mencapai pinggang orang dewasa.
“Air banjir ini sepertinya kiriman dari Banjir Bandang Sembahe tadi sore bang, Air Sungai Deli mulai meluap membanjiri rumah warga disekitar bantaran Sungai deli pada pukul 19.30 dan Tetap terus Kami pantau perkembangan air banjir, Kami lihat disekitar halaman depan masjid udah mencapai hampir sepinggang irang dewasa hingga pukul 01.30 Kita lihat sudah mulai tenang dan terlihat tanda-tanda air mulai surut hingga mencapai sepaha orang dewasa.” Jelas Aprizal.
“Kami Bara Api akan terus pantau perkembangannya, Hingga bisa kita lihat air air sungai benar-benar surut. Kita lihat juga dijalan Letjen Suprapto ini juga, aparat pemerintahan seperti Lurah Aur dan juga BPBD juga turut memantau perkembangan hingga dini hari.” Lanjut Aprizal (Soni).












