
WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Pebriandi Haloho SH SIK MSi memimpin upaya pencarian terhadap mobil dan korban yang terjun ke Lae Kombih di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe.
Sejumlah personil dari polres setempat dan Polsek Sukaramai, Kecamatan Kerajaan turut disertakan dalam upaya pencarian.
Kasat lantas, AKP Aswin Irwan SH dan Kapolsek Sukaramai, AKP Sukanto Berutu SH diperintahkan segera bergerak cek TKP dan diintruksikan untuk berkoordinasi dengan pihak BPBD Pakpak Bharat, supaya secepatnya melakukan evakuasi.
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Pebriandi Haloho SH SIK MSi, melalui Kasat Lantas, AKP Aswin Irwan juga telah mengabarkan ke BPBD Provsu dan instansi terkait, soal peristiwa tersebut.
Medannya tergolong ekstrim dan sulit. Aliran sungai cukul deras. Dibutuhkan kelengkapan peralatan untuk upaya pencarian dan evakuasi.
Kronologi
Kejadian dugaan jatuhnya mobil dimaksud ke Lae Kombih diketahui dari jejaring sosial media, Rabu (23/4/2025) lalu sekira pukul 16.45 WIB. Mengetahui hal itu, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho SH MH MSi mengintruksikan personil guna cek dan mengamankan TKP.
Dari sejumlah keterangan yang dihimpun di TKP, Fardidi Habsi (39) yang berprofesi sebagai supir dan Hadiwirawan (46) dengan status honorer mengisahkan kronologi kejadian. Keduanya merupakan penduduk Simeulue (Provinsi NAD).
Dikatakan, mobil ambulance yang dikemudikan Fardidi Habsi tengah membawa jenazah dari Aceh menuju Jambi.
Ambulance beriringan dengan mobil mini bus jenis Avanza dan berada di depan mobil jenazah. Saat itu kondisi turun hujan.
Kondisi cuaca dan situasi jalan menurun dan menikung, diduga mengakibatkan supir kehilangan kendali. Avanza mengalami slip ban dan terguling hingga terjun ke sungai. Tiga orang dalam Avanza, yakni driver dan dua orang penumpang.
Jarak antara permukaan jalan dengan permukaan sungai diperkirakan sekitar 70 meter.(Giahta Solin)












