WB – Taput | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menerima dukungan besar dalam percepatan pemulihan pascabencana melalui kunjungan kemanusiaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi biasa disapa KDM. Bantuan bernilai miliaran rupiah tersebut disalurkan untuk pembangunan hunian, fasilitas desa, hingga pemberdayaan masyarakat di enam kecamatan terdampak.
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyambut langsung kedatangan rombongan di Bandara Silangit. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Bupati Cianjur, Wali Kota Depok, serta jajaran perbankan daerah Jawa Barat yang ikut mendukung penyaluran bantuan.
Bantuan difokuskan pada pembangunan dan relokasi 58 unit rumah bagi warga terdampak, masing-masing senilai Rp75 juta per unit. Selain itu, bantuan juga mencakup pembangunan rumah ibadah, fasilitas desa, serta santunan bagi keluarga korban.
Di Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adiankoting, bantuan sebesar Rp1,5 miliar disalurkan untuk pembangunan rumah, kantor desa, fasilitas umum, serta santunan bagi korban. Bantuan serupa juga diberikan di sejumlah wilayah lain seperti Simangumban, Purbatua, dan Pahae Jae dengan nilai ratusan juta rupiah.
Kunjungan juga mencakup dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya perajin tenun lokal. Dalam kesempatan tersebut, rombongan membeli produk tenun masyarakat serta memberikan bantuan kepada penenun lansia dan penyandang disabilitas sebagai bentuk perhatian terhadap sektor ekonomi rakyat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap masyarakat Tapanuli Utara dapat segera bangkit dari dampak bencana. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan.
“Semoga masyarakat segera pulih dan memasuki fase baru yang lebih baik,” ujarnya.
Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Bantuan ini akan kami kawal agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak,” kata Bupati.
Pemerintah daerah memastikan seluruh bantuan akan dikelola secara transparan dan akuntabel, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan dan membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana.(Bernad)












