
WartaBerita.co.id – Dairi | Angka Kematian Ibu (AKI) dan Kematian Neonatal di Kabupaten Dairi masih menjadi isu serius meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka tersebut. Untuk menanggulangi permasalahan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi menggelar Orientasi Audit Maternal dan Perinatal, Surveilans dan Respons (AMPSR), yang berlangsung pada Jumat (20/6/2025), di Ruang Rapat Bupati Dairi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Charles Bantjin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa angka kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan besar dalam pencapaian pembangunan kesehatan di daerah tersebut. Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2024, ditemukan 4 kasus kematian ibu dengan penyebab utama hipertensi dan pendarahan, serta 33 kasus kematian neonatal dengan penyebab terbanyak adalah asfiksia. Sementara itu, hingga Mei 2025, tercatat 1 kasus kematian ibu akibat pendarahan dan 11 kasus kematian neonatal, dengan penyebab utama berat badan lahir rendah dan infeksi.
“Angka kematian ibu dan bayi merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan, namun tantangan masih ada,” ujar Charles Bantjin. Ia berharap kegiatan orientasi ini dapat memberikan manfaat besar untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan perinatal di Kabupaten Dairi.
Sekda juga berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menyelamatkan ibu dan bayi, serta memperkuat komitmen bersama dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Dairi.
Orientasi ini dihadiri oleh berbagai narasumber, antara lain Prof. Dr. dr. Sarma Nursani Lumbanraja, Sp.OG(K) dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Provinsi Sumatera Utara, serta dr. Elisabet Tarigan, M.Ked(Ped), Sp.A dari RSUD Sidikalang yang membahas konsep AMPSR. Selain itu, juga hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Frisda Turnip, Kabid Kesmas Dinkes Imelda Purba, serta tenaga medis dari RSUD Sidikalang, RSU Serenapita, dan puskesmas-puskesmas setempat.
Kegiatan orientasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan keterampilan tenaga medis dalam menangani kasus-kasus maternal dan neonatal sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Dairi, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional.(Bernad)












