Banjir Hanyutkan Jembatan di STTU Jehe # 167 KK Terisolir

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat| Bencana alam banjir besar yang terjadi beberapa hari lalu menghanyutkan sebuah jembatan di Desa Malum, Kecamatan Sitellu Tali Urang (STTU) Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat.

Sedikitnya 167 kepala keluarga (KK) yang berdomisili di sekitaran wilayah permukiman tersebut terisolir. Mobilisasi warga untuk keluar masuk desa dan jalur pasokan sembako terputus total. Hasil pertanian, sebagai mata pencaharian penduduk di sana tidak bisa diangkut keluar desa.

Mendengar kabar bencana yang terjadi 3 Maret tersebut, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor terjun ke lokasi kemarin dan menyambangi penduduk yang terkena dampak banjir itu. Ia didampingi Kepala Pelaksana BPBD, Augusman Harapan Padang MSi dan Camat STTU Jehe, Mike Ujung.

Selain meninjau dan melihat kondisi di lapangan, bupati juga berkesempatan membagikan puluhan paket sembako kepada warga yang terdampak bencana alam ini.

Di tengah-tengah warga Desa Malum, Franc Bernhard Tumanggor berjanji akan segera membangun jembatan baru permanen di lokasi kejadian. “Kami dan Dinas PUTR dan Perhubungan akan segera menganggarkan biaya yag dibutuhkan. Saya minta masyarakat supaya bersabar menunggu,” kata Franc.

Menurut Augusman Harapan Padang, intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menimbulkan banjir besar dan menghanyutkan kontruksi jembatan.

Akibatnya, akses utama dan satu-satunya jalur penghubung darat menuju wilayah pedesaan tersebut terputus total.

Sekanjutnya, tim yang terdiri dari personil BPBD Pakpak Bharat, dibantu masyarakat sekitar membangun jembatan darurat berupa beberapa batang kelapa. (Giahta Solin)