CSR Bank Sumut Salak untuk Penanganan Stunting

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | Corporate Social Responsibility (CSR) pembukuan tahun 2023 dari Bank Sumut Capem Salak, Kabupaten Pakpak Bharat dengan nominal Rp 37 juta lebih diprioritaskan untuk upaya percepatan penangan Stunting di daerah tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr Mutsyuhito Solin MPd, saat penyerahan dana CSR dimaksud di Desa Kecupan II, Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut (PGGS), Rabu (28/02/2024).

Wabup, Mutsyuhito Solin bersama Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) secara bersamaan berkenan hadir di kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diarahkan ke urusan Stunting merupakan kebijakan Bupati. “Mudah-mudahan upaya penanganan Stunting yang kita lakukan bisa berbuah hasil yang baik,” harap Mutsyuhito.

FBT mengatakan, langkah upaya penanganan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan hasil signifikan yang baik. Hal itu berkat adanya perhatian para orang tua dalam mengatur gizi keluarga. Ada baiknya di desa juga disediakan anggaran untuk penurunan angka stunting.

“Terima kasih kepada manajemen Bank Sumut yang telah memfasilitasi bantuan ini. Kiranya kedepannya kemitraan kita semakin baik,” sebut FBT.

Sementara, Kepala Bank Sumut Capem Salak, David Manalu menjelaskan, dana CSR sebesar Rp 37 juta tersebut merupakan tanggung jawab kemitraan korporasi perbankan itu kepada masyarakat sekitar.

“Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kepercayaannya kepada Bank Sumut sebagai mitra kerja dan mitra pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat. Kami sangat senang bisa turut ambil bagian dalam pembangunan,” kata David Manalu.

Corporate Social Responsibility atau CSR merupakan aktifitas bisnis tanggung jawab sosial dan lingkungan sebuah korporasi atau perusahaan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat luas, sebagai perhatiannya dalam meningkatkan kesejahteraan dan berdampak positif bagi lingkungan.

Untuk tahun pembukuan 2023 lalu, di Kabupaten Pakpak Bharat akan dibagikan di tiga desa, yakni Kecupak II (Kecamatan PGGS, Majanggut II (Kerajaan) dan Boangmanalu (Salak).

Bantuan diserahkan dalam bentuk makanan tambahan bagi balita stunting. Upaya itu merupakan salah satu langkah demi percepatan penurunan stunting di daerah ini. (Giahta Solin)