Dana KIP Diduga Raib, Orang Tua Murid Pertanyakan Pengelolaan Sekolah

Belasan Wali Siswa di Asahan Klaim Bantuan Pendidikan Tak Pernah Diterima Selama Setahun.

WB – Asahan|Sejumlah orang tua wali murid Madrasah Ibtidaiyah Swasta di wilayah Binjai Seberangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, mengaku kecewa setelah mengetahui dana bantuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) anak mereka diduga telah hilang dari rekening tabungan. Kekecewaan itu mencuat setelah para wali murid mendatangi pihak sekolah untuk meminta kejelasan, Sabtu (7/2/2026).

Salah seorang wali murid bernama Misbah mengungkapkan, selama hampir satu tahun dana KIP tidak pernah diterima oleh orang tua siswa. Kecurigaan muncul setelah buku tabungan yang sebelumnya dipegang pihak sekolah diserahkan kepada orang tua untuk dilakukan pengecekan di bank.

“Saya terkejut saat melihat saldo di buku tabungan sudah kosong, padahal kami belum pernah menarik dana tersebut,” ujar Misbah. Berdasarkan catatan transaksi, dana KIP sebesar Rp900 ribu tercatat masuk pada 13 Desember 2025, namun pada tanggal yang sama dana tersebut juga tercatat keluar.

Menurut Misbah, kasus serupa tidak hanya dialaminya seorang diri. Ia menyebut setidaknya terdapat 18 wali murid yang mengalami kejadian sama, di mana dana KIP anak mereka telah habis sebelum sempat dimanfaatkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta setempat, Saleha, membantah adanya penyelewengan dana bantuan pendidikan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencairan dana KIP tidak dapat dilakukan sembarangan karena harus dilakukan oleh penerima bersangkutan bersama orang tua, atau melalui surat kuasa resmi.

“Tidak mungkin dana KIP diambil tanpa prosedur. Harus yang bersangkutan dan orang tua, atau ada surat kuasa,” kata Saleha.

Terkait penahanan buku tabungan, Saleha menjelaskan hal itu dilakukan untuk mempermudah pelaporan pencairan dana ke Kementerian Agama. Menurutnya, pihak sekolah hanya menyimpan buku tabungan, sementara kartu ATM tetap dipegang oleh orang tua siswa.

Untuk memastikan kejelasan persoalan tersebut, pihak sekolah bersama para wali murid berencana mendatangi pihak bank guna menelusuri alur pencairan dana KIP yang dipersoalkan.(Edi)