
WartaBerita.co.id – Medan | Dalam debat publik ketiga yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, pasangan calon (Paslon) Wakil Walikota nomor urut 2, Abdul Rani, menyoroti pentingnya data yang akurat dalam menangani bantuan sosial. Debat ini digelar di Hotel Grand Mercure Angkasa Medan pada Jumat (22/11/2024) dan merupakan debat pamungkas bagi para kandidat Walikota dan Wakil Walikota Medan.
Ketua KPU Medan, Mutia Atiqah, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran dan antusiasme berbagai pihak yang terlibat dalam debat publik ketiga ini. Ia berharap acara tersebut dapat meninggalkan kesan positif bagi seluruh masyarakat Kota Medan dan Indonesia secara umum. “Terima kasih atas kehadiran dan antusias dari berbagai elemen pada debat pamungkas malam ini,” ujar Mutia.
Debat kali ini mengusung tema “Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara dengan Nasional” serta “Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebangsaan.” Tema ini dimaksudkan untuk menguji visi dan misi para kandidat dalam menyelaraskan pembangunan lokal dengan skala nasional.
Menanggapi isu terkait bantuan sosial yang sering kali tidak tepat sasaran, Abdul Rani mengkritik kurangnya data yang akurat di Kota Medan. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa bantuan dari pemerintah pusat tidak sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.
“Medan hingga kini belum memiliki data yang lengkap dan akurat. Oleh karena itu, bantuan bagi masyarakat miskin sering kali tidak tepat sasaran,” ungkap Abdul Rani. Ia menambahkan bahwa solusi utamanya adalah dengan menyediakan operator khusus di setiap kelurahan untuk melakukan pendataan penduduk miskin secara lebih efektif dan efisien. “Dengan adanya operator khusus ini, kita dapat memastikan bahwa bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya,” tutupnya. (Barto)












