FBT Teken Dukungan Terhadap UHC

Keterangan: Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor turut membubuhkan tanda tangan, terkait MoU peningkatan kualitas pembangunan di Provsu. (Foto: Diskominfo Pakpak Bharat)

 

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | Bupati Kabupaten Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) turut membubuhkan tanda tangan dalam dukungannya dan komitmen terhadap pemenuhan universal health coverage (UHC) di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Penandatanganan naskah UHC berlangsung, kemarin di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Medan. FBT membubuhkan tanda tangan bersama kepala daerah se-Sumut dalam rangkaian kegiatan konsultasi publik, terkait penyusunan dokumen Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 Provsu.

Disamping itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai peningkatan kualitas pembangunan dalam pencapaian Provsu, maju dan berkelanjutan dengan civitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Serta Universitas Negeri (Unimed) Medan.

Sementara itu, dalam forum konsultasi publik dan dihadiri seluruh kepala daerah se-Provsu tersebut, Gubsu, Bobby Nasution mengetengahkan pelaksanaan forum komunikasi publik yang bertujuan untuk penetapan konsep dan skema pembangunan Provinsi Sumatera Utara yang harus searah dengan kebijakan pembangunan nasional.

Trisula pembangunan yang mesti diraih yakni, pertumbuhan dan peningkatan yang tinggi Serta berkelanjutan, penurunan angka kemiskinan dan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Menurut Bobby, hal itu bisa tercapai dengan penerapan delapan (8) program Asta Cita, sebagaimana digaungkan Presiden RI, Prabowo Subianto. 17 program prioritas terbaik dan 320 program kerja akan bersama-sama turut mewujudkan suksesi pembangunan dimaksud.

Selanjutnya, guna mewujudkan Indonesia Emas 2045, produktifitas domestik regional bruto (PDRB) per kapita dari 73,57 juta di tahun 2024 harus diupayakan meningkat menjadi 115,3 juta di periode 2029. Pertumbuhan ekonomi juga harus digenjot, dari 5,03 persen (2024) menjadi 6,8 persen hingga 2029. (Giahta Solin)