
WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan Sumber Daya Alam, Harianto Butar-Butar menggaransi, pembangunan dan peningkatan jalan yang menghubungkan Delleng Simpon (Kabupaten Pakpak Bharat) dengan Batu Gajah (Humbang Hasundutan) akan tetap menjadi prioritas penanganan Pemerintah Provsu.
Penegasan itu disampaikan Harianto ketika gelaran musyawarah perencanaan pembangunan/RKPD Pakpak Bharat tahun 2025, kemarin di Balai Diklat BKPSDM, Cikaok, Kecamatan Stellu Tapi Urang (STTU) Julu.
“Pembangunan ruas jalan ini tetap menjadi prioritas. Nanti dalam musrenbang tingkat provinsi akan kita matangkan pembahasannya,” ujarnya.
Staf ahli yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mengemukakan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2025. Diantaranya mengarah kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi inklusif, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan peningkatan tata kelola pemerintahan berkualitas dan inovatif.
“Guna mewujudkan Sumatera Utara hebat, diperlukan kolaborasi antara pemerintahan pusat hingga kabupaten/kota,” jelasnya.
Dengan melibatkan unsur akademisi (PTN dan swasta), masyarakat dan elemen lain, perencanaan pembangunan akan memperoleh in put yang mumpuni demi suksesi perwujudan pembangunan yang berkualitas di Kabupaten Pakpak Bharat.
Sementara itu, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) menyampaikan, APBD daerah yang tengah dikomandoinya itu sangat terbatas. Sehubungan itu ia berharap, bersama pemda peran serta masyarakat untuk bersinergi melakukan koordinasi dengan pemerintahan vertikal guna memperoleh dukungan alokasi anggaran tambahan.
“Tidak semua program pembangunan dapat dibiayai oleh APBD. Dukungan kerja sama dari sejumlah pihak, berikut swasta melalui konsep publik private partnership diharapkan mampu membantu keterbatasan mata anggaran kita,” demikian ulasan diketengahkan politikus muda Golkar tersebut dalam musrenbang itu.
Sejumlah program pembangunan yang tahun anggaran (TA) 2023 lalu yang telah berjalan, FBT menggaransi dan berharap, pembangunannya akan terus berlanjut.
Diantaranya keberlanjutan pembangunan proyek air bersih Sapo Pulo hingga pemasangan pipa distribusi. Selanjutnya, peningkatan kapasitas jalan Lagan menuju perbatasan Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
Kemudian, pelaksanaan program food estate (FE) di Desa Ulu Merah (Kecamatan STTU Julu). “Kick off FE sudah diteken. Semua program lain akan dilakukan berkat terbangunnya sinergitas bersama pemerintah atasan,” pungkas FBT. (Giahta Solin)












