
WartaBerita.co.id – Surabaya | Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin MPd mengatakan, komoditi kentang dan bawang merah digadang-gadang akan dimasukkan dalam agenda perencanaan program horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).
Hal itu disampaikan Mutsyuhito saat menghadiri kick off HDDAP, Kamis (16/05/2024) di Hotel JW Marriot, Surabaya. Wabup didampingi Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat, Adei Johan Banurea MP.
“Ada dua (2) jenis out put pertanian yang menjadi komoditas utama Kabupaten Pakpak Bharat, yaitu kentang dan bawang merah,” sebut Mutsyuhito Solin.
Menurutnya, kedua contoh komoditi hortikultura tersebut dinilai sangat cocok dan memiliki potensi yang baik dikembangkan dan terbukti sudah berhasil baik dengan panen yang optimal dan memuaskan.
Sekaitan itu, untuk tujuan suksesi tujuan program HDDAP tersebut, kedua komoditi dimaksud akan dimasukkan dalam agenda perencanaan kerja yang bekerjasama dengan pihak Kementerian Pertanian RI itu.
Oleh Kementan, Kabupaten Pakpak Bharat ditetapkan sebagai salah satu daerah diantara 13 kabupaten sebagai sasaran penerima manfaat HDDAP. Program ini didukung Asian Development Bank (ADB) dengan durasi kerja sama 2024-2028.
Sementara, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Adei Johan Banurea MP mengatakan, keikutsertaan daerah diharapkan akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi secara signifikan dari sektor pertanian hortikultura.
“Kita berharap, program HDDAP akan turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat petani di Pakpak Bharat,” sebut Adei Johan.
Kabupaten Pakpak Bharat dipercaya akan memperoleh anggaran untuk keperluan lahan sekitar 328 hektar. Program difokuskan ke wilayah Kecamatan Prgttng-Gttng Sengkut (PGGS) dan Kerajaan.
Sesuai klausul, sektor swasta akan digandeng dalam proses dan mekanisme kerja. Terapan model pertanian modern dan ramah lingkungan akan diaplikasikan selama penanganan. Selanjutnya, untuk menyempurnakan program, akan didukung dengan sistim manajemen pertanian yang baik, dari hulu hingga hilir. (Giahta Solin)












