Pemkab Pakpak Bharat Salurkan Rp 20,835 M DD

Keterangan: Kepala KPPN Sidikalang foto bersama dengan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor usai pertemuan di Salak. (Foto: Diskominfo Pakpak Bharat)

WartaBerita.co.id-Pakpak Bharat | Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dikabarkan telah menyalurkan dana desa (DD) tahap pertama sebesar RP 20,835 Miliar lebih kepada 52 desa di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidikalang, Gerry Maranatha Tambunan kemarin, ketika melakukan kunjungan ke rumah dinas Bupati Pakpak Bharat di Salak.

Ditambahkan Maranatha, DD untuk tahap kedua juga telah disalurkan kepada 16 desa senilai Rp 3,653 Miliar lebih di tahun anggaran (TA) 2025 ini.

Kehadiran Kepala KPPN Sidikalang bersama rombongan tersebut, berkunjung menemui Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, terkait dalam rangka kegiatan penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik dan dana desa TA 2025.

Selanjutnya, melakukan monitoring pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) yang akan segera bergulir di Pakpak Bharat dan optimalisasi penerimaan pajak negara dari pelaksanaan APBD 2025 serta tahun sebelumnya.

Maranatha berharap, adanya komitmen dan sinergitas antara kedua lembaga guna memastikan penyaluran dana-dana pemerintah dimaksud berjalan tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Disamping itu, pentingnya melakukan komunikasi, terkait seluruh dokumen persyaratan yang dibutuhkan, untuk memastikan kelancaran pencairan dana,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menyatakan komitmennya untuk mengkawal pelaksanaan penyaluran DAK fisik dan DD demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang dipimpinnya.

Franc didampingi Kaban Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Harryson F Sirumapea dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Robincem Habeahan MM saat menerima kunjungan Kepala KPPN Sidikalang dan rombongan tersebut.

“Kami akan lakukan monitoring lebih ketat lagi,” sebut Franc. (Giahta Solin)