WB – Asahan|Manajemen perkebunan (BSP) Kisaran memperketat pengamanan di areal perkebunan guna melindungi aset perusahaan sekaligus menjamin kelancaran aktivitas kerja karyawan.
Langkah tersebut dilakukan dengan menurunkan personel satuan pengamanan internal untuk mengawal kegiatan panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Divisi II Kebun Kuala Piasa Estate, Kecamatan Tinggi Raja , Kabupaten Asahan, Rabu (4/3/2026).
Manager Area Perkebunan BSP Kisaran mengatakan pengamanan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan operasional perusahaan berjalan normal serta melindungi para pekerja yang melakukan kegiatan panen di lapangan.
Menurutnya, manajemen memiliki tanggung jawab untuk menjaga seluruh aset perusahaan sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan para karyawan, khususnya pekerja yang bertugas memanen buah sawit.
“Penugasan personel keamanan internal ini merupakan respons atas gangguan yang muncul dari pihak penggarap lahan di areal perkebunan milik perusahaan,” ujar Raju kepada wartawan.
Ia menjelaskan, dalam tiga pekan terakhir aktivitas panen di kawasan Kebun Kuala Piasa sempat terganggu akibat penghadangan oleh sekelompok pihak yang mengklaim sebagai ahli waris tanah leluhur. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas perusahaan dan memicu kekhawatiran di kalangan pekerja lapangan.
Berdasarkan laporan yang diterima manajemen, bahkan sempat terjadi tindakan intimidasi terhadap karyawan yang hendak bekerja di area blok 96205 dan blok P98201 dengan luas sekitar 73 hektare. Oleh sebab itu, kehadiran petugas keamanan dinilai penting guna melindungi pekerja serta mencegah potensi konflik di lapangan.
Raju juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi insiden kekerasan terhadap petugas keamanan perusahaan. Dalam kejadian tersebut, delapan orang mengalami luka-luka dan empat di antaranya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit akibat cedera cukup serius.
Meski demikian, pihak manajemen menegaskan bahwa aktivitas operasional di areal tersebut tetap memiliki dasar yang jelas. Hal itu merujuk pada hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama serta koordinasi dengan .
Saat ini sejumlah personel keamanan internal perusahaan terlihat berjaga di lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya tindakan anarkis. Dengan pengawalan tersebut, para pekerja panen diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara aman dan lancar.(Edi)












